Pebulu Tangkis Harus Menjawab Tekanan di Singapore Open
Senin, 25 Mei 2026, 06:35 WIBJAKARTA - Kegagalan total di Malaysia Masters 2026 harus segera dilupakan tim bulu tangkis Indonesia. Tidak satu pun wakil Merah Putih mampu menembus semifinal di Axiata Arena, Kuala Lumpur. Namun, di tengah hasil mengecewakan tersebut, Singapore Open 2026 hadir sebagai momentum penting bagi Indonesia untuk bangkit sekaligus memburu gelar level elite pertama musim ini.
Harapan itu kini dibawa sembilan wakil Indonesia yang akan tampil pada turnamen BWF World Tour Super 750 di Singapore Indoor Stadium, 26-31 Mei. Sejumlah pemain datang dengan status unggulan dan peluang terbuka untuk memutus tren negatif sepanjang 2026. Di Malaysia Masters, langkah Indonesia terhenti di perempat final. Mohammad Zaki Ubaidillah gagal melanjutkan kejutan setelah menyerah dari unggulan ketiga asal Prancis, Christo Popov, 21-23, 19-21. Sementara itu, Jonatan Christie juga kandas usai ditaklukkan pemain muda Tiongkok , Hu Zhe An, 21-14, 13-21, 16-21.
Hasil tersebut memperpanjang paceklik gelar Indonesia di turnamen level atas. Hingga pertengahan musim, Indonesia baru mengoleksi enam gelar internasional dan belum satu pun berasal dari ajang Super 750 maupun Super 1000. Catatan itu jelas belum sebanding dengan reputasi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia.
Karena itu, Singapore Open menjadi ujian sekaligus peluang besar. Jonatan Christie masih menjadi andalan sektor tunggal putra dengan status unggulan kelima. Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani diharapkan mampu melanjutkan tren positif setelah tampil cukup konsisten sejak Uber Cup 2026.
Putri mengaku memiliki target tinggi di Singapura. Pebulu tangkis yang akrab disapa Putri KW itu ingin memanfaatkan momentum untuk menembus podium. âSetiap diturunkan, targetnya pasti ingin naik podium,â ujar Putri. Persiapan fisik menjadi perhatian utama pemain berusia 23 tahun tersebut. Dia merasa peningkatan stamina dan kekuatan akan sangat menentukan menghadapi jadwal padat serta ketatnya persaingan di level Super 750.
Harapan besar juga berada di pundak ganda putra baru, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Sebagai unggulan ketiga, pasangan ini dituntut segera menunjukkan kapasitasnya setelah hasil kurang memuaskan di Thomas Cup 2026. Fikri menyebut adaptasi lapangan menjadi fokus utama selama persiapan. Karakter shuttlecock yang cepat serta kondisi arena yang berangin di Singapore Indoor Stadium menjadi tantangan tersendiri.
âPersiapan kami sudah cukup baik dan adaptasi sudah dilakukan sejak latihan di Pelatnas,â ujar Fikri. Selain Jonatan, Putri, dan Fajar/Fikri, Indonesia juga menurunkan pasangan nonpelatnas Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang berstatus unggulan keenam. Nama-nama seperti Alwi Farhan hingga pasangan campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja berpotensi menghadirkan kejutan.
Kini, setelah pulang tanpa gelar dari Kuala Lumpur, Singapore Open menjadi panggung pembuktian. Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar perbaikan performa. Pebulu tangkis Indonesia membutuhkan gelar besar untuk kembali menegaskan diri sebagai kekuatan utama dunia. ν ben/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.