Pemerintah Provinsi NTT Tuntaskan Pembangunan 32 Ruas Jalan Strategis pada 2025

Rabu, 15 Jul 2026, 08:08 WIB

KUPANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan telah menyelesaikan pembangunan dan peningkatan 32 ruas jalan strategis di berbagai kabupaten dan Kota sepanjang 2025 sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, di Kupang, Selasa (15/7), mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kemantapan jalan provinsi sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah guna mendukung pemerataan pembangunan.

Ket. Foto: Arsip. Gubernur NTT Melki Laka Lena. — Sumber: ANTARA

"Pembangunan 32 ruas jalan strategis ini bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan NTT,” katanya.

Menurut Melki, jalan yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya distribusi, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai wilayah.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur menjadi fondasi penting untuk mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan. Karena itu, pemerintah provinsi terus mempercepat pembangunan jalan agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke pelosok daerah.

Sebanyak 32 ruas jalan yang telah ditangani tersebar di Pulau Timor, Flores, Sumba, Alor, Lembata, Rote Ndao, Sabu Raijua hingga Kota Kupang.

Beberapa di antaranya yakni ruas Bondokodi-Waitabula, Keliting-Wini-Sakato, Betun-Motamasin, Waepare-Bola, Poma-Baiawa, Wologai-Detukeli, Simpang Patung Sonbai-Bello serta Yos Sudarso, Watutuku-Mataraben.

Kemudian juga Kalabahi-Kokar, Panite-Kolbano, Simpang Niki-Niki-Oenlasi, Watowiti-Waiklibang, Balauring-Wairiang, Aeramo-Kaburea, serta sejumlah ruas jalan di Kota Kupang.

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak mengatakan seluruh paket pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis untuk menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.

"Pelaksanaan ini sesuai arahan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, yakni memastikan setiap pembangunan infrastruktur memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar dia.

Karena itu, ia mengatakan memastikan mengawal seluruh proses pekerjaan agar memenuhi standar teknis sehingga kehadiran 32 ruas jalan strategis tersebut benar-benar memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan pelayanan publik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi NTT berharap penyelesaian pembangunan 32 ruas jalan tersebut dapat memperlancar arus barang dan jasa, menekan biaya logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta membuka peluang investasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.