Jangan Anggap Gigi Berlubang pada Anak Hal Sepele, Dokter Ingatkan Risiko Gangguan Tumbuh Kembang
📅 Rabu, 15 Jul 2026, 18:05 WIB | Oleh: Haryo BronoPada kasus yang lebih berat, dokter dapat memasang mahkota gigi (crown) untuk melindungi sisa struktur gigi agar tetap dapat digunakan. Sementara itu, pencabutan gigi menjadi pilihan terakhir apabila kerusakan sudah tidak dapat diperbaiki dan berisiko menyebabkan infeksi yang lebih luas.
Pemeriksaan rutin sejak usia satu tahun
Selain penanganan, Alana menekankan pentingnya pemeriksaan gigi secara berkala meskipun anak belum mengeluhkan keluhan apa pun. Ia menyarankan pemeriksaan pertama dilakukan sejak gigi pertama tumbuh atau saat anak berusia sekitar satu tahun. Setelah itu, kontrol rutin sebaiknya dilakukan setiap enam bulan sekali. Pemeriksaan berkala bertujuan mendeteksi gangguan sejak dini sekaligus memastikan pertumbuhan gigi berlangsung sesuai usia.
Orang tua berperan penting mencegah karies
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Alana, pencegahan tetap menjadi langkah terbaik untuk melindungi kesehatan gigi anak. Beberapa kebiasaan yang perlu diterapkan sejak dini antara lain membiasakan anak menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, memberi jeda sekitar 30 hingga 60 menit setelah makan sebelum menyikat gigi, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, membiasakan minum air putih setelah makan, serta menghentikan kebiasaan minum susu menggunakan botol dot saat menjelang tidur.
"Peran orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini. Dengan pencegahan yang tepat dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi, risiko karies dapat ditekan sehingga kesehatan gigi dan tumbuh kembang anak tetap terjaga," tagas Alana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!