Gempa Vulkanik Dangkal Mendominasi Aktivitas Gunung Lokon
📅 Sabtu, 10 Okt 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim PenulisManado - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, pada evaluasi aktivitas Gunung Lokon periode 16-30 September 2026 didominasi gempa vulkanik dangkal.
"Berdasarkan pengamatan instrumental, terekam sebanyak 110 kali gempa embusan, dua kali gempa tornillo, 277 kali gempa vulkanik dangkal, tujuh kali gempa vulkanik dalam, lima kali gempa tektonik lokal, dan 43 kali gempa tektonik jauh," sebut Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan yang dibagikan Ketua Pos PGA Lokon Armando Manguleh di grup percakapan BMKG dan Stakeholders di Manado, Sabtu.
Dalam laporan juga disebutkan, dari hasil evaluasi, hasil pengamatan visual aktivitas Gunung Lokon teramati embusan asap berwarna putih tipis dengan tinggi maksimum sekitar 150 meter di atas kawah.
Kegempaan Gunung Lokon didominasi gempa vulkanik dangkal (VB), sedangkan gempa vulkanik dalam (VA) jarang terekam.
Aktivitas vulkanik berdasarkan data visual dan seismik belum menunjukkan adanya peningkatan.
Dari data 'Real Time Seismic Amplitude Measurement' (RSAM), energi tampak pada 24 Agustus 2026 polanya naik hingga 30 September 2026, kenaikan ini berasal dari gempa permukaan.
Dari data GPS yang terpasang, deformasi menunjukkan pola inflasi laju rendah sejak Juni 2025 hingga Januari 2026, sementara periode 1 Januari hingga 30 September 2026, deformasi tidak mengalami perubahan di mana polanya masih mendatar.
Potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon untuk saat ini adalah kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu waktu dapat keluar dari kawah, juga dapat terjadinya erupsi freatik secara tiba tiba.
Masyarakat yang berada di sekitar alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon agar mewaspadai terjadinya lahar pada musim penghujan atau terjadinya hujan deras dengan durasi lama.
Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi secara menyeluruh hingga 30 September 2026, tingkat aktivitas Gunung Lokon tetap pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.
Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Tompaluan.
Jika terjadi letusan dan hujan abu, masyarakat di himbau untuk tetap berada di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kaca mata).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!