Rupiah Merosot hingga Rp18.090 per Dollar AS

Senin, 13 Jul 2026, 11:04 WIB

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada Senin (13/7) pagi bergerak melemah 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp18.090 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.065 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah dipicu peningkatan tensi geopolitik di Timur Tengah (Timteng).

Ket. Foto: — Sumber: Antara

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timteng yang menyebabkan lonjakan pada harga minyak mentah dunia,” ungkap dia kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Mengutip Anadolu, ketegangan regional telah meningkat dalam beberapa hari terakhir di tengah aksi baku serang antara pasukan AS dan Iran.

Pada Minggu (12/7), Iran mengatakan telah melancarkan serangan terhadap situs militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan AS terhadap sejumlah target Iran.

Amerika juga melakukan serangan kembali di beberapa wilayah selatan Iran pada Senin pagi hari ini.

Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan beberapa ledakan di Bandar Abbas serta di Sirik, Pulau Qeshm, dan Jask, semuanya di provinsi Hormozgan.

Kantor Berita Mehr juga melaporkan ledakan di kota-kota selatan Bushehr dan Kangan.

Sentimen lain berasal dari data ekonomi penting AS yang akan dirilis besok, yaitu inflasi bulan Juni yang diperkirakan akan turun 0,1 persen month on month dan 4,2 persen ke 3,9 persen secara year on year.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp18 ribu-Rp18.150 per dolar AS.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.