QRIS Makin Diminati, BI Catat 120 Ribu Warga Kalimantan Utara Sudah Menggunakannya

Senin, 17 Agu 2026, 06:27 WIB

TARAKAN - Bank Indonesia (BI) mencatat sekitar 120 ribu masyarakat di Kaltara telah menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran digital di Kalimantan Utara (Kaltara).

"Pertumbuhan penggunaan QRIS terlihat dari meningkatnya volume dan frekuensi transaksi," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara Agus Taufik di Tarakan, Kaltara, Sabtu.

Ket. Foto: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara Agus Taufik. — Sumber: Antara foto

Dia mengatakan dari sisi volume terus meningkat, kemudian dari sisi frekuensi transaksi juga meningkat, disebabkan jaringan komunikasi dan telekomunikasi juga semakin mendukung.

Agus menjelaskan semakin mudahnya akses internet dan layanan digital turut membuat QRIS lebih cepat diterima masyarakat.

Penggunaannya tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu, tetapi mulai meluas hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Saat ini, BI terus memperluas penggunaan QRIS melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, perbankan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank swasta, hingga bank pembangunan daerah (BPD), katanya.

"Jumlah masyarakat yang sudah menggunakan QRIS sudah sekitar 120 ribu di Kalimantan Utara. Saya yakin ke depan akan semakin meningkat melalui berbagai promosi produk, kemudahan layanan dan kerja sama," ujarnya.

Agus menyebut generasi muda menjadi salah satu kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan pembayaran digital.

Kebiasaan menggunakan e-commerce dan berbagai layanan digital membuat transaksi menggunakan QRIS semakin familiar.

"Generasi muda, milenial, gen Z ini semakin mudah beradaptasi terhadap layanan digital. Belanja sekarang menggunakan e-commerce, kemudian sistem pembayaran pun menggunakan kanal QRIS," jelasnya.

Namun, BI tidak ingin perluasan QRIS hanya menyasar generasi muda. Edukasi tetap dilakukan agar masyarakat dari berbagai kelompok memahami dan mampu menggunakan pembayaran digital.

"Kita harapkan semua masyarakat lebih familiar dan menerima sistem pembayaran melalui QRIS," katanya.

Agus juga menegaskan penguatan transaksi digital bukan berarti pembayaran tunai akan ditinggalkan.

Menurutnya, transaksi tunai dan digital tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Pembayaran tunai juga tetap kita dorong. Keduanya saling melengkapi. Digital terus kita kuatkan, bukan berarti sistem pembayaran tunai kita tinggalkan," ujarnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.