- Home
-
- Megapolitan
-
- Pelaku Teror Bom di SD Sre...
Pelaku Teror Bom di SD Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Ditangkap, Motif Masih Diselidiki
Senin, 13 Jul 2026, 16:56 WIBJAKARTA - Polda Metro Jaya berhasil mengamankan pelaku dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin, berinisial MY.
"Kegiatan teror yang terjadi untuk pelaku satu orang inisial MY alamat di sekitar lokasi kejadian sekolah sudah diamankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Senin (13/7).
Namun terkait identitas ataupun motif lengkapnya, Budi menyebutkan masih dilakukan oleh tim penyidik.
"Masih dalam pendalaman penyidik terkait tujuan dan motif dari yang bersangkutan," katanya.
Sebelumnya, kepolisian telah mengantongi identitas pelaku dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin, yang mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada guru dan staff Tata Usaha (TU).
"Dari identitasnya kita sudah kantongi, ya. Jadi kita sudah mencari kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti untuk pelaku, tentunya yang diduga pelaku untuk meneror sendiri itu," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Nurma mengatakan dalam pesan teror melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, dikatakan sang peneror telah menyebar bom ke 11 titik di dalam sekolah.
Kemudian, para guru segera menghubungi kepolisian untuk mengamankan sekolah yang melaksanakan kegiatan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Ya, jadi semua otomatis, ya. Jadi di sini dari Inafis, Damkar, camat, lurah, Dinas Kesehatan kemudian Dinas Pendidikan datang ke SD untuk memastikan aman untuk anak, kemudian juga orang tua yang ada," ujar Nurma.
Hingga saat ini, pihaknya memastikan belum menemukan benda mencurigakan dari penyisiran selama dua jam lebih tersebut.
Sudah Aman
Sementara itu, Tim gabungan dari Gegana, Densus 88 Antiteror Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan kondisi SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, aman setelah penyisiran usai teror bom.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi mengatakan penyisiran dilakukan segera setelah kepolisian menerima informasi ancaman teror tersebut.
"Dari beberapa jam ya, dari Gegana, Densus 88, BNPT, kemudian dari anjing pelacak yang kita undang dari kejadian pertama dapat info ya. Nah itu setelah selesai dinyatakan aman," katanya kepada wartawan di SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta, Senin.
Nurma mengatakan penyisiran dilakukan selama sekitar empat jam. Hasilnya, tidak ditemukan adanya barang mencurigakan di area sekolah.
Kegiatan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi pun langsung dibubarkan imbas dugaan teror bom melalui pesan pribadi yang dikirim ke salah satu guru.
Adapun, keputusan mengenai kegiatan belajar mengajar pada Selasa (14/7) masih menunggu koordinasi antara pihak Suku Dinas Pendidikan, sekolah, dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan.
âUntuk sementara ini dari Kasudin, kemudian dari pendidikan, dari wali kota masih koordinasi untuk besok, apakah setelah dinyatakan aman bisa masuk sekolah untuk adik-adik,â kata Nurma.Â
Kepolisian telah memeriksa tiga orang saksi, di antaranya guru kelas 1 dan staf tata usaha yang menerima pesan.
Selain itu, penyidik juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk mencari barang bukti.
âSelain CCTV, kami juga mencari barang bukti dari Gegana, Densus 88, anjing pelacak, dan BNPT yang hadir melakukan pemeriksaan,â ucapnya.
Kepolisian menelusuri dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin.
Polisi menerima laporan pukul 07.30 WIB. Diketahui saat itu siswa dan guru sedang melaksanakan upacara pada hari pertama MPLS.
Teror itu telah beredar di kalangan guru hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melapor. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.