Harga Minyak Melonjak Lebih dari 3,5 Persen Karena Konflik AS-Iran Kembali Memanas

Senin, 13 Jul 2026, 09:39 WIB

TOKYO - Harga minyak dibuka jauh lebih tinggi pada hari Senin (13/7) setelah Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran dan ketika Teheran mengumumkan akan menutup Selat Hormuz yang mengancam pengiriman energi. 

Harga minyak mentah Brent, patokan internasional untuk pengiriman September, naik 3,75% menjadi $78,86 sekitar pukul 22.10 GMT pada hari Minggu (12/7).

Ket. Foto: Sebuah kapal kargo berlabuh di dekat Selat Hormuz di lepas pantai timur Uni Emirat Arab di Khor Fakkan pada 12 Juli 2026. — Sumber: AFPTV/AFP

Harga patokan AS, West Texas Intermediate, naik 3,65 persen menjadi $74,02 per barel untuk pengiriman bulan Agustus.

Pasukan AS dan Iran saling melancarkan serangan rudal dan drone berat, dengan Teheran menargetkan fasilitas AS di berbagai negara di Teluk pada hari Minggu (12/7) dan mengatakan telah kembali menutup Selat Hormuz yang vital.

Kekerasan yang kembali terjadi menimbulkan keraguan lebih lanjut tentang masa depan kesepakatan sementara AS-Iran yang ditandatangani bulan lalu yang bertujuan untuk membuka kembali selat tersebut dan mengakhiri perang setelah 60 hari negosiasi lebih lanjut.

Serangan-serangan tersebut merupakan yang terbaru dalam siklus serangan dan serangan balasan saat Iran berupaya menegakkan kendali atas pelayaran melalui Selat Hormuz. Namun, rentetan serangan tersebut menandai peningkatan kecepatan dan jangkauan.

Serangan Iran meluas hingga ke Qatar, mediator dalam perundingan gencatan senjata yang belum diserang sejak April. Uni Emirat Arab, yang belum menjadi sasaran sejak awal Mei, mengatakan pertahanan udaranya telah mencegat rudal dan drone dari Iran.

Militer AS mulai melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran pada hari Minggu pukul 17.00 ET (Senin pukul 4.00WIB), kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X, "untuk terus mengurangi kemampuan mereka menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz".

Juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, mengatakan kepada CNN bahwa pesawat AS menembak jatuh sebuah rudal jelajah Iran dan sebuah pesawat tak berawak serang satu arah.


Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.