• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dari Langkah Pelari Menjad...

Dari Langkah Pelari Menjadi Hutan, 600 Pohon Rasamala Hijaukan Gunung Halimun Salak

Jumat, 10 Jul 2026, 15:45 WIB

BOGOR – Pagi itu, Rabu (8/7) lereng Gunung Salak yang sejuk dan tenang menjadi riuh oleh sejumlah orang. Mereka melakukan kegiatan penanaman pohon rasamala di sebuah lahan terbuka Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ), Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebanyak 600 pohon ditanam di kawasan yang selama ini berupa semak-semak. Ketimbang hanya ditutup oleh pohon pendek luas semak-semak yang mencapai sekitar 300 meter persegi ini dihijaukan lagi dengan pohon keras yang lebih mampu menyerap karbon lebih besar.

Ket. Foto: PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, Vicky Kosasie, Puteri Indonesia Lingkungan 2026, dan perwakilan dari pihak IHI dalam kegiatan "From Every Step, A Forest Grows” di Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ), Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada hari Rabu (8/7). — Sumber: Koran Jakarta - Haryo Brono

Penanaman memang berada di kawasan yang difungsikan sebagai pusat konservasi dan rehabilitasi burung elang, khususnya Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Secara administratif, wilayah ini berlokasi di Desa Loji, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, penanaman ini diharapkan juga menjadi tempat bagi berbagai hewan mangsa untuk elang.

Program penanaman pohon bertajuk "From Every Step, A Forest Grows" merupakan kelanjutan dari program “Run for the Future” yang diadakan pada hari Minggu (21/7) di kawasan Spark Senayan & CFD Sudirman, Jakarta. Sebanyak 600 peserta lari mengikuti aktivitas itu, yang kemudian dikonversi menjadi pohon oleh karyawan Sharp dengan melibatkan Hutan Itu Indonesia (HII), Postinc Media, serta bersama sejumlah wartawan.

PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, menerangkan PT Sharp Electronics Indonesia (Sharp Indonesia) merealisasikan komitmennya untuk menanam satu pohon bagi setiap peserta ajang Sharp Run for the Future.

“Program bertajuk "From Every Step, A Forest Grows" merupakan tindak lanjut dari kampanye '1 Pelari = 1 Pohon' yang diluncurkan melalui kegiatan lari Sharp Run for the Future. Penanaman pohon dilakukan bekerja sama dengan Hutan Itu Indonesia dan Postinc Media sebagai upaya mendukung pemulihan habitat Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), satwa endemik Indonesia yang berstatus terancam punah,” ujar dia pada kesempatan itu.

Menurut President Director PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka, keberlanjutan kini menjadi bagian dari filosofi bisnis perusahaan elektronik ini, bukan sekadar program tanggung jawab sosial. Pihaknya percaya teknologi seharusnya tidak hanya meningkatkan kualitas hidup manusia, tetapi juga menjaga masa depan bumi tempat kita hidup.

“Melalui Sharp Run for the Future, setiap langkah peserta telah berubah menjadi pohon yang akan terus tumbuh selama puluhan tahun. Hari ini kami membuktikan bahwa komitmen tersebut bukan sekadar janji, tetapi aksi nyata yang akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang," tuturnya melalui keterangan tertulis.

Menurut dia, perusahaan berharap inisiatif tersebut dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan maupun masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan melalui aksi-aksi sederhana yang memberikan dampak jangka panjang.

Restorasi Hutan dan Penyerapan Karbon

Mengapa pohon rasamala? Pohon rasamala (nama ilmiah: Altingia excelsa) adalah salah satu pohon hutan tropis asli Indonesia yang terkenal karena ukurannya yang raksasa dan aromanya yang khas. Pohon ini merupakan tanaman endemik di wilayah Asia Tenggara. Di Indonesia, rasamala tumbuh subur di hutan-hutan pegunungan Jawa Barat dan Sumatra.

Rasamala juga merupakan tanaman endemik di kawasan Gunung Salak dan sekitarnya yang memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar serta berperan penting menjaga tutupan hutan dan siklus hidrologi. Pohon yang bisa tumbuh hingga ketinggian 40–60 meter ini memiliki batang yang sangat kuat dan sering dijadikan bantalan rel kereta api, seperti halnya kayu jati dan kayu ulin atau kayu besi.

Penanaman bibit rasamala diproyeksikan mampu merestorasi sekitar 2,4 hektar kawasan hutan. Ketika mencapai masa pertumbuhan optimal, ratusan pohon tersebut diperkirakan mampu menyerap hingga 180 ton karbon dioksida ekuivalen (​​) serta menghasilkan sekitar 60 hingga 72 ton oksigen setiap tahun.

Selain memberikan manfaat ekologis berupa penyerapan karbon dan peningkatan kualitas udara, keberadaan pohon-pohon tersebut juga diharapkan memperkuat habitat alami Elang Jawa beserta berbagai flora dan fauna lain yang bergantung pada ekosistem hutan pegunungan.

Mendukung Konservasi Elang Jawa

Pemilihan lokasi penanaman di PSSEJ bukan tanpa alasan. Kawasan yang berada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak itu merupakan pusat rehabilitasi Elang Jawa, salah satu burung pemangsa endemik Indonesia yang populasinya terus menghadapi tekanan akibat hilangnya habitat dan aktivitas perburuan.

Sebagai predator puncak di hutan tropis Pulau Jawa, Elang Jawa berperan penting menjaga keseimbangan rantai makanan. Keberadaan satwa ini juga menjadi indikator kesehatan ekosistem hutan.

Melalui restorasi habitat, Sharp Indonesia berharap dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih mendukung proses rehabilitasi satwa sekaligus meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan konservasi tersebut.

Elang-elang yang diserahkan ke PSSEJ berasal dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam, yang diperoleh dari perdagangan ilegal, dari mereka yang memelihara secara ilegal, dari pusat penyelamatan satwa, maupun yang diserahkan masyarakat karena kesadaran sendiri.

Selama ini, PSSEJ menampung berbagai spesies elang yang berada di Pulau Jawa untuk direhabilitasi agar bisa dikembalikan ke alam liar. Elang-elang ini dilatih kembali menjadi liar dan tidak akrab lagi dengan manusia. Proses ini membutuhkan waktu paling cepat 6 bulan.

Elang yang diterima akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan, rehabilitasi, dan evaluasi perilaku untuk menentukan penanganan terbaik demi kesejahteraan satwa. Namun demikian, di PSSEJ ada sekitar empat elang yang tidak dapat dilepasliarkan karena sayapnya patah sehingga tidak bisa lagi terbang, dan salah satu matanya buta.

“Elang melihat dengan dua mata. Kalau salah satunya tidak bisa melihat, maka tidak akan dapat berburu mangsa di alam,” terang seorang petugas.

Melindungi Elang Jawa bukan hanya menyelamatkan satu spesies, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem hutan Indonesia. Mari bersama mendukung upaya konservasi demi masa depan satwa liar dan kelestarian alam.

20260710153722_Foto-Elang-1.jpg

Elang-elang yang di terbuka Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) yang tidak layak dilepasliarkan karena tidak mampu terbang atau melihat untuk menangkap mangsa. (Dok. Koran Jakarta - Haryo Brono)

Edukasi Lingkungan dan Dukungan bagi Suaka Elang

Guna mendukung kiprah PSSEJ dalam rehabilitasi elang, selain menanam pohon, Sharp Indonesia juga menyerahkan bantuan berupa perlengkapan lapangan kepada tim Suaka Elang untuk mendukung kegiatan penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan edukasi mengenai konservasi hutan, kunjungan ke pusat rehabilitasi Elang Jawa, serta eksplorasi kawasan hutan agar peserta memahami pentingnya menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Pandu Setio menambahkan bahwa keberhasilan sebuah kampanye perusahaan tidak hanya diukur dari tingkat eksposur, tetapi juga dampak yang ditinggalkan. Sharp ingin membuktikan sebuah aktivasi merek dapat menciptakan perubahan secara nyata.

"Kami ingin membuktikan bahwa sebuah brand activation dapat menciptakan perubahan nyata. Melalui Sharp Run for the Future, setiap langkah peserta berkontribusi pada pemulihan hutan Indonesia. Inilah komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya bermakna bagi konsumen, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," katanya.

Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan

Kegiatan tersebut juga dihadiri Vicky Kosasie, Puteri Indonesia Lingkungan 2026, yang mengajak generasi muda untuk mengambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan melalui tindakan sederhana. Persoalan lingkungan sering kali dianggap terlalu besar sehingga membuat banyak orang merasa kontribusinya tidak berarti. Padahal, perubahan justru lahir dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama.

Ia menilai program yang digagas Sharp Indonesia berhasil mengubah kegiatan olahraga menjadi gerakan pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Hari ini kita menanam pohon, tetapi sesungguhnya kita sedang menanam harapan bagi generasi berikutnya,” ucapnya.

  • Elang Jawa
  • Gunung Halimun Salak
  • konservasi hutan
  • Taman Nasional Gunung Halimun Salak
  • SHARP Indonesia
  • Rasamala
  • rehabilitasi satwa
  • Suaka Elang Jawa
  • Hutan Itu Indonesia
  • Run for the Future
  • From Every Step, A Forest Grows

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.