Perempuan Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Rabu, 08 Jul 2026, 01:05 WIB

JAKARTA - Sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif Ibu kota, perempuan akan diberdayakan. “Harapannya, mereka mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif Jakarta,” tutur Wakil Ketua Harian Dekranasda Jakarta, Lisniawati Uus Kuswanto. Dia menyatakan ini saat membuka Festival Jakarta Great Sale (FJGS) Jakarta Pusat di FX Sudirman, Selasa. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jakarta akan terus memperkuat pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pemberdayaan perempuan sangat penting karena sebagian besar pelaku UMKM dan binaan perajin Dekranasda adalah perempuan. Mereka tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga berperan dalam memperkuat ekonomi keluarga,” tandas Lisniawati. Menurutnya, Dekranasda membina kualitas produk UMKM melalui pelatihan keterampilan, pendampingan desain dan inovasi produk. Kemudian, juga pengembangan kemasan, peningkatan kapasitas kewirausahaan, serta fasilitasi sertifikasi dan standardisasi sesuai kebutuhan pelaku usaha.

Ket. Foto: (Kiri-kanan) Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, Ketua Dekranasda Kota Administrasi Jakarta Pusat Witri Yenny Arifin, Wakil Ketua Harian Dekranasda Provinsi DKI Jakarta, Lisniawati Uus Kuswanto dan perwakilan mal dalam acara pembukaan Festival Jakarta Great Sale di FX Sudirman, Jakarta Pusat pada Selasa (7/7). — Sumber: ANTARA/Adimas Raditya

Pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan mutu, daya saing dan nilai tambah produk kerajinan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas. Dia menyampaikan keterlibatan perempuan dalam UMKM tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga, tetapi juga memberikan efek berganda melalui penciptaan lapangan kerja dan tumbuhnya wirausaha baru.

Lisniawati menegaskan, kreativitas pelaku UMKM perempuan menjadi modal penting dalam menghasilkan produk bernilai tambah agar mampu bersaing di pasar. Maka, Dekranasda menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu fokus dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Selain membina kualitas produk, Dekranasda juga berupaya membuka lebih banyak kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan hasil karyanya kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan promosi. “Pola kemitraan yang berkelanjutan dalam bidang pemasaran produk UMKM dapat menopang pertumbuhan dan pemerataan ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lisniawati menyampaikan kesempatan memasarkan produk di ruang publik menjadi salah satu cara agar pelaku UMKM perempuan dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk.

Dia berharap semakin banyak perempuan memanfaatkan kreativitas sebagai peluang berwirausaha sehingga mampu menciptakan usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Karena itu pemberdayaan perempuan dan penguatan peran keluarga akan terus menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif Jakarta. Adapun hasil yang diharapkan adalah UMKM dapat mandiri, berkembang kemudian naik kelas,” ujar Lisniawati.

Gandeng Mal

Dalam rangka memajukan UMKM Jakarta, Dekranasda menggandeng pengelola pusat perbelanjaan untuk memperluas promosi produk UMKM melalui Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 yang digelar di salah satu mal Jakarta Pusat, Selasa. Lisniawati menjelaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan pengelola pusat perbelanjaan menjadi upaya mempertemukan produk unggulan pelaku UMKM dengan masyarakat yang lebih luas. Sayang yang disertakan dalam Festival Jakarta Great Sale  hanya 20 UMKM. Itu jelas sangata sedikit, mengingat terdapat ratusan bahkan ribuan UMKM di Jakpus

“Atas nama Dekranasda Provinsi Jakarta, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah berkolaborasi menghadirkan ruang promosi bagi karya-karya unggulan Jakarta, khususnya Jakarta Pusat,” kata Lisniawati. Menurutnya, penyelenggaraan FJGS di Jakarta Pusat melanjutkan rangkaian festival serupa yang digelar di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Dia menandaskan, kesinambungan pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam memperluas akses promosi produk kerajinan dan UMKM di wilayah Jakarta. Lisniawati menilai Jakarta Pusat memiliki karakter yang berbeda dari wilayah lain. Jakpus merupakan kawasan bisnis, perkantoran, pusat aktivitas ekonomi dan gaya hidup masyarakat.

Kondisi tersebut menjadikan Jakarta Pusat sebagai etalase yang tepat bagi produk-produk kerajinan lokal untuk menjangkau pasar yang lebih beragam. Mereka termasuk generasi muda yang semakin mengapresiasi produk berkualitas, memiliki cerita, serta mencerminkan identitas daerah. 

  • Ekonomi Kreatif

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.