Magma Terus Bergerak! Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, Radius 3 Km Harus Kosong Total
Rabu, 08 Jul 2026, 20:12 WIBJAKARTA -Â Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang kini bertahan di Level III atau Siaga, Rabu (8/7).Â
Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau PVMBG Badan Geologi, Deny Mardiono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa aktivitas visual maupun kegempaan di gunung api aktif tersebut masih terus terekam.
Adapun berdasarkan hasil periode pengamatan pada hari ini, Rabu (8/7) mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, embusan asap dari dalam kawah aktif teramati membubung hingga ketinggian puluhan meter.
"Secara visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 10 sampai 100 meter di atas puncak kawah," kata dia.
Dia menambahkan, dari sisi kegempaan, otoritas pemantauan vulkanik mendeteksi adanya aktivitas tremor menerus atau microtremor yang mengindikasikan adanya pergerakan magma atau fluida di dalam tubuh gunung.
Rekaman perangkat seismogram di pos pengamatan, kata dia, pihaknya mendapati aktivitas gempa tremor tersebut terekam dengan pola getaran amplitudo berada di kisaran 1 hingga 15 milimeter, dengan amplitudo doinan sebesar 5 milimeter.
Sementara kondisi meteorologi di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau yang berketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut dilaporkan dalam kondisi cerah dan berawan.
Suhu udara di area tersebut berkisar antara 27,1 hingga 31,9 derajat Celcius dengan kelembaban udara 55 sampai 65 persen, serta tiupan angin lemah yang bergerak mengarah ke utara dan barat laut.
Dia menegaskan bahwa meskipun aktivitas kegempaan dan visual embusan asap terus terjadi di atas puncak kawah, namun kondisi permukaan atau ombak laut di perairan sekitar terpantau dalam keadaan tenang.
Guna mengantisipasi potensi bahaya erupsi, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki tidak mendekati gunung atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
"Rekomendasi bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan atau pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," kata dia.
- pvmbg
- badan geologi
- gunung anak krakatau
- status siaga
- selat sunda
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Harga BBM di Kamboja Terus Merangkak Naik Imbas Konflik Timur Tengah
-
Serapan Tenaga Kerja di Jabar Meningkat 4,45 Persen Sepanjang Januari-September
-
Traveller Terpaksa Gigit Jari, Tailan Batalkan Bebas Visa 93 Negara
-
Jobstreet by Seek Luncurkan Basic Talent Search: Akses 50 Juta Profil Kandidat Gratis!
-
Bukan Sekadar Hujan, Badan Geologi Ungkap “Bom Waktu” di Balik Longsor Cisarua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.