Boeing 737 Milik K2 Airways Hilang Kontak, Diduga Jatuh di Perairan Pakistan

Rabu, 08 Jul 2026, 15:27 WIB

JAKARTA - Sebuah pesawat kargo Boeing 737 milik maskapai K2 Airways diduga jatuh di perairan Laut Arab setelah hilang kontak saat menuju Karachi, Pakistan. Pesawat yang membawa lima awak itu dilaporkan mengalami gangguan pada sistem navigasi sesaat sebelum komunikasi dengan petugas lalu lintas udara terputus.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (7/7) malam ketika pesawat tengah melakukan penerbangan dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi. Hingga Rabu (8/7), otoritas Pakistan masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan untuk menemukan lokasi pesawat beserta seluruh awaknya.

Ket. Foto: Sebuah pesawat kargo Boeing 737 milik maskapai K2 Airways diduga jatuh di perairan Laut Arab setelah hilang kontak saat menuju Karachi, Pakistan. Pesawat yang membawa lima awak itu dilaporkan mengalami gangguan pada sistem navigasi sesaat sebelum komunikasi dengan petugas lalu lintas udara terputus. — Sumber: K2 Airways

Berdasarkan data pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat menunjukkan pola pergerakan yang tidak normal menjelang hilang dari radar. Rekaman data memperlihatkan pesawat mengalami beberapa kali perubahan ketinggian secara drastis sebelum akhirnya menukik tajam ke arah laut.

Otoritas penerbangan Pakistan mengungkapkan bahwa awak pesawat sempat melaporkan adanya gangguan pada sistem navigasi sekitar pukul 21.18 waktu setempat. Setelah menerima laporan tersebut, petugas pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC) langsung berupaya memberikan panduan kepada kru untuk menangani situasi darurat.

Sekitar tiga menit setelah laporan awal diterima, radar memperlihatkan pesawat kehilangan ketinggian secara cepat disertai perubahan arah yang tajam. Tak lama kemudian, komunikasi dengan pesawat terputus dan pesawat dinyatakan hilang kontak saat berada sekitar 287 kilometer di sebelah barat Karachi.

Data Flightradar24 menunjukkan pesawat sempat turun sekitar 5.000 kaki atau sekitar 1.524 meter dalam waktu kurang dari satu menit. Setelah itu, pesawat kembali naik sekitar 6.000 kaki dalam waktu sekitar 30 detik sebelum akhirnya mengalami penurunan tajam dari ketinggian sekitar 36.550 kaki atau sekitar 11.140 meter.

Titik pelacakan terakhir menunjukkan pesawat berada pada ketinggian sekitar 1.100 kaki atau 335 meter di atas permukaan laut. Pada saat itu, laju penurunan vertikal tercatat mencapai minus 22.400 kaki per menit atau sekitar 6.827 meter per menit, angka yang dinilai sangat tidak wajar untuk penerbangan normal.

Flightradar24 menyebut pola data yang terekam mengindikasikan adanya kemungkinan kecelakaan. Meski demikian, layanan pelacakan tersebut juga mencatat adanya gangguan pada sistem Global Navigation Satellite System (GNSS) sesaat setelah pesawat lepas landas dari Sharjah yang dapat memengaruhi akurasi sebagian data pelacakan.

Sementara itu, penyebab pasti hilangnya pesawat masih belum dapat dipastikan. Otoritas Pakistan menyatakan investigasi akan dilakukan setelah proses pencarian selesai dan bukti-bukti dari lokasi kejadian berhasil dikumpulkan.

Pesawat Boeing 737 yang terlibat dalam insiden ini diketahui diproduksi pada 1999. Berdasarkan catatan penerbangan, pesawat tersebut sebelumnya digunakan sebagai pesawat penumpang sebelum dimodifikasi menjadi pesawat kargo pada 2012 dan kemudian dioperasikan oleh K2 Airways.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.