Berdaya Jangkau 160 Km, Prabowo akan Borong 150 Rudal Astra Mk1 India untuk SU-30 TNI-AU

Rabu, 08 Jul 2026, 18:22 WIB

JAKARTA – Indonesia dilaporkan akan membeli lebih dari 150 rudal udara-ke-udara Astra Mk1 buatan India untuk memperkuat armada pesawat tempur Sukhoi Su-27SK dan Su-30MK2 milik TNI Angkatan Udara (AU). Jika terealisasi, Indonesia akan menjadi negara pertama di luar India yang mengoperasikan keluarga rudal Astra.

Laporan Defence Security Asia menyebut kesepakatan tersebut mulai dimatangkan dalam kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta pada 6–8 Juli 2026. Langkah ini dinilai menjadi tonggak penting dalam hubungan pertahanan kedua negara sekaligus memperkuat posisi India sebagai eksportir teknologi persenjataan modern.

Ket. Foto: Kesepakatan ini meningkatkan daya tempur armada Sukhoi, tetapi juga menjadi salah satu negara pertama di kawasan yang mengoperasikan rudal udara-ke-udara generasi terbaru buatan India. — Sumber: Istimewa

Bagi Indonesia, akuisisi ini juga menjadi bagian dari strategi modernisasi militer dengan mengurangi ketergantungan pada pasokan persenjataan Rusia yang dalam beberapa tahun terakhir terganggu akibat sanksi internasional dan kendala rantai pasok.

Rudal Astra Mk1 dikembangkan oleh Defence Research and Development Organisation (DRDO) dan diproduksi oleh Bharat Dynamics Limited (BDL). Rudal ini dirancang untuk menghancurkan sasaran udara di luar jangkauan pandang (Beyond Visual Range/BVR) menggunakan radar aktif, sehingga pilot dapat langsung bermanuver setelah rudal ditembakkan tanpa harus terus mengunci target.

Keunggulan lainnya adalah kemampuan menghadapi gangguan peperangan elektronik (electronic warfare), sehingga tetap efektif di lingkungan tempur modern yang dipenuhi sistem pengacau radar.

Astra Mk1 mampu melesat hingga Mach 4,5 dan memiliki jangkauan standar lebih dari 110 kilometer. Berdasarkan evaluasi pasca penggunaan operasional Angkatan Udara India pada Operasi Sindoor tahun 2025, rudal ini disebut mampu menjangkau sasaran hingga sekitar 160 kilometer dalam kondisi peluncuran yang ideal.

Dengan kemampuan tersebut, Sukhoi TNI AU diperkirakan dapat memperluas area penguasaan udara, terutama di kawasan strategis seperti Laut Natuna Utara dan perairan yang berbatasan dengan Laut China Selatan.

Saat ini armada Sukhoi Indonesia masih mengandalkan rudal R-77 buatan Rusia. Kehadiran Astra Mk1 menawarkan alternatif yang lebih modern tanpa harus membeli pesawat tempur baru atau melakukan modifikasi besar pada struktur pesawat.

Selain meningkatkan kemampuan tempur udara, pembelian Astra Mk1 juga dinilai sebagai sinyal semakin eratnya kerja sama pertahanan Indonesia dan India. Sebelumnya kedua negara juga membahas kemungkinan pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos, sehingga Indonesia berpotensi memiliki sistem pertahanan berlapis, mulai dari rudal antikapal hingga rudal udara-ke-udara jarak jauh.

Nilai kontrak belum diumumkan secara resmi. Namun, dengan harga setiap rudal diperkirakan 840 ribu hingga 960 ribu dolar AS, total nilai pengadaan lebih dari 150 rudal diperkirakan dapat melampaui 126 juta dolar AS,  atau sekitar 2 triliun rupiah (tergantung paket integrasi, dukungan logistik, dan jumlah akhir rudal yang dibeli).

Jika kesepakatan ini terealisasi, Indonesia bukan hanya meningkatkan daya tempur armada Sukhoi, tetapi juga menjadi salah satu negara pertama di kawasan yang mengoperasikan rudal udara-ke-udara generasi terbaru buatan India. Langkah tersebut diperkirakan akan menjadi perhatian negara-negara lain yang masih mengoperasikan pesawat tempur Sukhoi dan mencari alternatif selain rudal buatan Rusia.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.