Percepat Pemulihan Pascabencana, Kemendagri Salurkan Armada Tangki Air di Takengon

Rabu, 08 Jul 2026, 18:05 WIB

JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah melalui penambahan sarana pendukung pelayanan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyerahkan satu unit kendaraan tangki air multifungsi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera dalam kegiatan yang berlangsung di Gayo Petro Hotel, Takengon, Aceh, Rabu (8/7/2026). Penyerahan kendaraan turut didampingi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, sebagai bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan pemulihan di daerah terdampak.

Ket. Foto: Pemerintah terus memperkuat upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah melalui penambahan sarana pendukung pelayanan masyarakat. — Sumber: Kemendagri

Menurut Menteri Dalam Negeri, kendaraan tangki air yang disalurkan memiliki ukuran lebih ringkas sehingga lebih mudah dioperasikan di wilayah pegunungan dengan akses jalan yang sempit dan berkelok. Kondisi tersebut dinilai lebih sesuai dengan karakteristik geografis Aceh Tengah dan Bener Meriah dibandingkan penggunaan kendaraan tangki berukuran besar.

"Bahkan bisa masuk ke permukiman. Kalau yang besar kan tidak bisa masuk. Kalau [untuk] daerah pegunungan [seperti ini lebih] cocok yang kecil kaya gini karena jalannya berkelok-kelok," ujar Menteri Dalam Negeri.

Selain mendukung distribusi air bersih, kendaraan tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mempercepat berbagai pelayanan selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung. Pemerintah menilai keberadaan armada tersebut akan membantu penanganan kondisi darurat sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang masih terdampak bencana.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menjelaskan kendaraan tangki air tersebut memiliki kapasitas tampung hingga 4.000 liter. Kendaraan itu juga dilengkapi sistem penyemprot bertekanan 3–4 bar yang mampu menjangkau area hingga sekitar 30 meter sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan di lapangan.

Menurut Safrizal, kendaraan tersebut tidak hanya berfungsi mendistribusikan air bersih ke hunian sementara (huntara), tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membersihkan lingkungan terdampak bencana. Selain itu, armada tersebut dapat membantu penanganan kebakaran apabila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pemerintah daerah.

"Jadi untuk permukiman juga bisa digunakan. Juga bisa digunakan untuk memenuhi air di huntara," kata Safrizal.

Melalui penyaluran kendaraan tangki air multifungsi tersebut, Satgas PRR bersama Kementerian Dalam Negeri berharap pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana dapat berjalan semakin optimal. Dukungan sarana operasional ini juga diharapkan mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh Tengah maupun Bener Meriah sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali pulih secara bertahap.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.