UKMTO: Kapal Tanker Minyak Dihantam 'Proyektil Tak Dikenal' di Wilayah Selat Hormuz

Selasa, 07 Jul 2026, 11:12 WIB

LONDON - Sebuah "proyektil tak dikenal" menghantam sebuah kapal tanker minyak dan menyebabkan kebakaran di lepas pantai Oman dekat Selat Hormuz pada hari Senin (6/7), menurut badan keamanan maritim Inggris, UKMTO.

Insiden itu terjadi di dekat salah satu jalur pengiriman energi terpenting di dunia, meskipun ada gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran serta upaya yang sedang berlangsung untuk mengamankan perjanjian perdamaian yang langgeng.

Ket. Foto: Sebuah kapal tanker minyak berlabuh di Selat Hormuz di lepas pantai Bandar Abbas, Iran, pada 2 Mei 2026. — Sumber: AP

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya (UKMTO) mengatakan insiden itu terjadi delapan mil laut di sebelah timur Limah, Oman.

"Sebuah kapal tanker dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di sisi kiri lambung kapal yang menyebabkan kebakaran, saat sedang berlayar ke arah selatan," kata UKMTO dalam sebuah unggahan di X.

Badan tersebut mengatakan tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan lingkungan.

"Kapal-kapal disarankan untuk melintas dengan hati-hati dan melaporkan aktivitas mencurigakan apa pun kepada UKMTO," kata badan tersebut. Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan.

Kantor berita AS, Axios, melaporkan pada Senin malam bahwa Iran telah "menembakkan setidaknya dua rudal ke kapal-kapal komersial", mengutip dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya. Salah satu pejabat tersebut mengatakan kepada kantor berita itu bahwa kapal kedua juga terkena serangan, dan mengalami kerusakan yang signifikan.

AFP belum dapat mengkonfirmasi secara independen laporan Axios tersebut. Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar dari AFP.

Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan selama perang Timur Tengah, ketika Iran memblokade jalur air tersebut dan sejumlah kapal komersial diserang, menyebabkan harga energi global melonjak tajam.

Amerika Serikat merespons dengan blokade angkatan lautnya sendiri dan kemudian melancarkan serangan balasan terhadap Iran setelah menuduh Teheran menargetkan pengiriman komersial.

Lalu lintas maritim kembali normal setelah Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman bulan lalu yang bertujuan untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali jalur strategis tersebut.

Namun, Iran bersikeras tidak akan ada kembali ke pengaturan sebelum perang, di mana kapal dapat melewati selat tersebut dengan bebas.

Teheran telah memperingatkan kapal-kapal agar tidak menggunakan rute di luar koridor yang telah diizinkan di sepanjang garis pantainya.

Selat Hormuz merupakan gerbang maritim utama untuk ekspor energi dari Teluk ke pasar internasional, khususnya di Asia.

Menurut Badan Informasi Energi AS, sekitar 20 juta barel minyak mentah melewati jalur air tersebut setiap hari pada tahun 2024, yang mewakili sekitar seperlima dari total minyak mentah global.

  • selat hormuz

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.