Jangan Jual Mentah! Hilirisasi Jadi Kunci Petani Boalemo Raup Untung Lebih Besar

Selasa, 07 Jul 2026, 14:25 WIB

GORONTALO – Hilirisasi hasil pertanian menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat daya saing sektor agribisnis.

Melalui pengolahan pascapanen dan pengembangan industri berbasis pertanian, petani tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga memperoleh peluang pendapatan yang lebih tinggi.

Ket. Foto: Laboratorium percontohan pertanian warga yang sempat dipamerkan saat Penas Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Selasa (7/7/2026). — Sumber: ANTARA/Faradila Alim.

Di tengah persaingan pasar dan tuntutan efisiensi, percepatan hilirisasi dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pemerintah Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo mendorong percepatan hilirisasi hasil pertanian sebagai strategi meningkatkan nilai tambah produk sekaligus mendongkrak pendapatan petani di daerah tersebut.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo Nurdin​​​​​​​, selama ini hasil pertanian masyarakat, khususnya yang berada di kawasan penyangga hutan, menunjukkan kualitas yang baik dan mampu membantah anggapan bahwa masyarakat sekitar kawasan hutan menjadi penyebab kerusakan hutan.

"Kalau kita lihat hasil pertanian masyarakat yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan, hasilnya bagus. Ini menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar kawasan hutan bukan perusak hutan, tetapi mampu mengelola lahan secara produktif," ujar Nurdin di Boalemo, Selasa (7/7).

Menurut dia, sejumlah komoditas seperti pepaya, pisang dan jambu memiliki kualitas yang baik, bahkan sebagian besar dibudidayakan secara organik. Namun, tantangan utama yang dihadapi petani masih berkaitan dengan masa simpan yang singkat, pengemasan, serta pemasaran.

Nurdin menilai produk pertanian tidak lagi cukup dipasarkan dalam bentuk segar, melainkan perlu diolah menjadi produk siap konsumsi agar memiliki daya saing lebih tinggi.

"Kalau hanya dijual dalam bentuk buah segar, nilai tambahnya masih terbatas. Tetapi kalau diolah dan dikemas menjadi produk siap saji, harganya bisa lebih tinggi dan lebih praktis bagi konsumen," katanya.

Ia mencontohkan buah-buahan seperti jambu yang setelah diolah dapat memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan dijual dalam kondisi segar.

Pemerintah Kabupaten Boalemo, lanjut dia, telah menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu program unggulan daerah dengan hilirisasi sebagai pintu masuk pengembangannya.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah mendorong diversifikasi produk agar hasil pertanian tidak hanya dipasarkan sebagai buah segar, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Selain meningkatkan pendapatan petani, strategi itu juga diharapkan mampu mengatasi persoalan kelebihan produksi yang sering menyebabkan harga hasil panen turun akibat pasokan melimpah dalam waktu bersamaan.

"Kami menggunakan pendekatan klaster. Ketika produksi melimpah, hasil panen bisa diolah sehingga memiliki masa simpan lebih panjang, nilai jual meningkat, dan petani tidak terlalu bergantung pada penjualan buah segar," kata Nurdin.

Ia optimistis pengembangan hilirisasi akan memperkuat daya saing sektor pertanian Boalemo sekaligus menciptakan petani yang lebih mandiri melalui produk-produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

  • Hilirisasi Pertanian
  • Provinsi Gorontalo
  • Pemkab Boalemo

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.