Piala Dunia 2026: FIFA Tegaskan Perang Melawan Rasisme Buntut Penghinaan Terhadap Mbappe
Selasa, 07 Jul 2026, 15:05 WIBJAKARTA - Presiden FIFA Gianni Infantino mengecam keras pernyataan bernada rasis yang ditujukan kepada kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, oleh Senator Paraguay Celeste Amarilla. Melalui unggahan di Instagram Story, Infantino menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi ruang yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk diskriminasi.
Menurut Infantino, ajang Piala Dunia FIFA kembali menunjukkan bagaimana sepak bola mampu menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, FIFA menegaskan komitmennya untuk terus memerangi rasisme agar olahraga tersebut tetap menjunjung tinggi nilai persatuan dan penghormatan terhadap sesama.
"Sepak bola telah menunjukkan selama Piala Dunia FIFA ini bagaimana ia menjadi pemersatu yang sangat kuat dalam masyarakat. Olahraga kita harus tetap menjadi ruang yang inklusif dan aman bagi semua orang dan upaya kita terus berlanjut untuk menyingkirkan momok rasisme dari permainan dan masyarakat kita yang indah," tulis Gianni Infantino.
Dalam unggahan lainnya, Presiden FIFA kembali menyampaikan kecamannya terhadap pernyataan Celeste Amarilla yang dinilai tidak dapat diterima. Ia juga menyatakan solidaritas penuh kepada Mbappe dan mengajak seluruh komunitas sepak bola dunia bersatu melawan tindakan rasisme.
"Saya mengutuk dengan tegas pernyataan rasis yang dilontarkan terhadap Kylian Mbappe oleh Senator Paraguay Celeste Amarilla. Seluruh dunia sepak bola dan masyarakat berdiri dalam solidaritas dengan kapten Prancis. Kita harus memerangi rasisme dan mengalahkannya bersama-sama," kata Infantino.
Infantino menegaskan, FIFA akan terus menjalankan berbagai upaya untuk memberantas diskriminasi baik di dalam maupun di luar lapangan. Baginya, sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan sarana yang mampu mempererat persaudaraan antarbangsa sehingga harus dijaga dari segala bentuk ujaran kebencian.
"Sepanjang Piala Dunia FIFA ini, sepak bola telah menunjukkan betapa kuatnya kekuatan persatuan dalam hidup kita. Olahraga kita harus tetap menjadi ruang yang inklusif dan aman bagi semua orang, dan kami akan melanjutkan upaya kami untuk memberantas momok rasisme dari permainan indah kita dan dari masyarakat," tambahnya.
Dukungan terhadap Mbappe juga datang dari Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menilai pemain berusia 27 tahun tersebut kembali menunjukkan keberaniannya dengan melawan tindakan rasisme. Macron menyebut sikap Mbappe sebagai kemenangan lain di luar lapangan yang mencerminkan nilai martabat, rasa hormat, dan persaudaraan.
"Gol lain untuk Kylian Mbappe. Kali ini melawan rasisme. Saya memberikan dukungan penuh. Ketika kata-kata menodai, nilai-nilai kita akan merespons: martabat, rasa hormat, persaudaraan," ujar Emmanuel Macron.
Kontroversi bermula setelah Senator Paraguay Celeste Amarilla melontarkan komentar yang dinilai menghina Mbappe. Dalam pernyataannya, Amarilla menyebut Mbappe sebagai "orang Kamerun yang dijajah" dan "berpura-pura menjadi orang Prancis", serta melontarkan sejumlah komentar bernada merendahkan terkait penampilan maupun sikap sang pemain.
Selain itu, Amarilla juga mengklaim bahwa tim nasional Prancis meraih kemenangan karena faktor keberuntungan. Ia bahkan menyebut Mbappe dan rekan-rekannya tampil gugup serta ketakutan sepanjang pertandingan, pernyataan yang kemudian memicu kecaman luas dari berbagai pihak.
Mbappe tidak tinggal diam dan membalas komentar tersebut melalui media sosial. Penyerang tim nasional Prancis itu menyebut Amarilla sebagai sosok yang tidak layak menduduki jabatannya karena telah melontarkan pernyataan yang bersifat diskriminatif dan merendahkan.
Sementara itu, Pemerintah Paraguay turut mengambil sikap dengan mengeluarkan pernyataan resmi yang menyesalkan ucapan Celeste Amarilla. Pemerintah menegaskan bahwa komentar senator tersebut tidak mencerminkan nilai maupun prinsip yang dijunjung oleh negara Paraguay.
"Pemerintah Republik Paraguay menyesalkan dan menolak pernyataan yang dibuat oleh Senator Celeste Amarilla, yang ditujukan kepada kapten tim nasional sepak bola Prancis. Pernyataan-pernyataan ini bertentangan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang menginspirasi hidup berdampingan secara damai dan penghormatan terhadap martabat manusia, yang dipromosikan oleh negara kita," demikian bunyi pernyataan pemerintah Paraguay.
Pemerintah Paraguay juga menegaskan bahwa negara tersebut menganut prinsip pemisahan kekuasaan sehingga pernyataan Amarilla merupakan tanggung jawab pribadi sebagai anggota legislatif. Pemerintah memastikan komentar tersebut tidak mewakili sikap resmi pemerintah maupun rakyat Paraguay terhadap Mbappe maupun tim nasional Prancis.
"Paraguay adalah republik demokratis yang diatur oleh prinsip pemisahan dan kemerdekaan cabang-cabang pemerintahan. Dalam konteks ini, pernyataan yang dibuat oleh anggota legislatif tersebut semata-mata sesuai dengan pelaksanaan tanggung jawab pribadinya sebagai anggota Lembaga Legislatif dan sama sekali tidak mewakili posisi Pemerintah Republik Paraguay atau rakyat Paraguay," tegas pemerintah Paraguay.
- Gianni Infantino
- Kylian Mbappe
- FIFA
- Prancis
- Rasisme
- Paraguay
- FIFA World Cup 2026
- Emmanuel Macron
- Piala Dunia 2026
- Turnamen Sepak Bola Dunia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Harry Kane Cetak Dua Gol Dramatis, Inggris Lolos ke 16 Besar Piala Dunia usai Kalahkan RD Kongo 2-1
-
Spanyol Singkirkan Portugal 1-0, Gol Dramatis Mikel Merino Akhiri Karier Piala Dunia Cristiano Ronaldo
-
Messi Terancam, Posisi Top Skor Piala Dunia Disamai Mbappe
-
Piala Dunia, Jerman Malah Ribut secara Internal Jelang Hadapi Paraguay
-
Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Singkirkan Belanda dalam Adu Penalti yang Menegangkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.