IP Film Didorong Kemenekraf untuk Angkat Ekraf dan Budaya Lokal Agar Tingkatkan Perkonomian Daerah
Senin, 06 Jul 2026, 04:18 WIBJAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) film yang mengangkat tema budaya lokal yang nantinya dapat turut mendorong peningkatan ekonomi daerah.
Kemenekraf akan mengembangkan film garapan SKAK Studios dan SinemArt berjudul Foufo melalui rangkaian audiensi, peluang kolaborasi strategis, penguatan IP, fasilitasi kolaborasi strategis lintas sektor, hingga perluasan awareness terhadap film melalui berbagai kesempatan.
"Budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dapat dihilirisasi melalui kreativitas, inovasi, dan teknologi, sehingga memberikan manfaat ekonomi. Kami berharap semakin banyak sineas di berbagai daerah yang berani mengangkat kearifan lokal melalui karya-karya kreatif,â kata Menteri Ekraf dalam keterangan yang diterima, Minggu (5/7).
Menteri Ekraf menegaskan Foufo menjadi bukti nyata budaya dapat menjadi fondasi produk ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Keberanian mengangkat bahasa daerah, memberikan ruang bagi talenta baru, dan pengembangan IP merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Produksi film ini melibatkan sekitar 90 persen talenta lokal yang sebagian besar merupakan pendatang baru, serta 120 animator dari Hompimpa Animworks Surabaya untuk pengembangan karakter Foufo.
âHari ini kita melihat komitmen tersebut telah terwujud menjadi sebuah karya yang siap dinikmati masyarakat. Ini membuktikan bahwa cerita dari daerah mampu menjadi tontonan yang menarik sekaligus memiliki potensi ekonomi,â kata Riefky.
Sutradara Foufo sekaligus Founder SKAK Studios, Bayu Skak, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Ekraf yang telah membantu membuka jejaring hingga fasilitasi produksi di daerah. Menurutnya, visi Kementerian Ekraf untuk membangun ekonomi kreatif dari daerah sangat selaras dengan semangat yang diusung dalam film Foufo.
âVisi Kementerian Ekraf membangun ekonomi kreatif dari daerah sangat selaras dengan apa yang kami lakukan melalui Foufo. Kami ingin membuktikan bahwa talenta di daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berkembang di industri perfilman Indonesia,â ujar Bayu.
Foufo tidak hanya berhenti sebagai karya film, tetapi juga dikembangkan sebagai IP yang didukung melalui pengembangan merchandise dan berbagai aktivasi kreatif. Film dengan dialog yang didominasi bahasa daerah ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Ant
- IP Lokal
- Kemenekraf
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Tinjau Sekolah Rakyat Kedung Cowek Surabaya, Mensos Targetkan 18 Titik di Jatim Beroperasi pada Awal Tahun Ajaran Baru 2026/2027
-
Persebaya Hajar Semen Padang FC dengan Skor Telak
-
Wamenekraf Dukung Kolaborasi The Pokémon Company dan Happy Asmara untuk Perluas Pasar Musik Dangdut
-
Pemkot Jayapura Salurkan Dana Hibah Rp11 Miliar untuk 500 Lembaga Keagamaan dan Ormas
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Masuk Rumah Sakit, Wamenkeu: Doakan Saja!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.