Indonesia Bawa Pulang Empat Medali Panjat Tebing dari Krakow 2026

Senin, 06 Jul 2026, 15:55 WIB

JAKARTA -- Tim panjat tebing Indonesia membawa pulang empat medali yakni satu emas, satu perak, dan dua perunggu dari World Climbing Series Krakow 2026 yang melombakan lima nomor disiplin speed di Polandia, 3-5 Juli.

Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi penampil terbaik tim Indonesia dengan menyumbangkan tiga medali, yakni satu emas, satu perak, dan satu perunggu.

Ket. Foto: Arsip. Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi — Sumber: ANTARA/Dhemas Reviyanto

Medali emas diraih Desak setelah menjadi yang tercepat di nomor perseorangan putri lewat catatan waktu 6,54 detik. Atlet asal Bali itu mengalahkan wakil tuan rumah Natalia Kalucka yang meraih perak dengan 6,62 detik, sedangkan Emma Hunt dari Amerika Serikat berada di posisi ketiga dengan 11,37 detik.

Desak juga meraih medali perak nomor estafet campuran saat ia berpasangan dengan Antasyafi Robby Al Hilmi. Robby/Desak yang turun sebagai Indonesia 2 mencatatkan waktu 11,30 detik pada final, tetapi harus mengakui keunggulan pasangan Amerika Serikat Samuel Watson/Emma Hunt yang membukukan 10,89 detik sekaligus mencetak rekor dunia.

Sebelum melaju ke final, Robby/Desak juga sempat mempertajam rekor Asia dengan catatan 11,19 detik pada semifinal.

Satu medali lain berupa perunggu diperoleh Desak di nomor estafet putri berpasangan dengan Rajiah Sallsabillah. Desak/Rajiah mengalahkan pasangan Spanyol Leslie Adriana Romero Perez/Carla Martinez Vidal dengan catatan waktu 13,14 detik berbanding 13,52 detik pada perebutan medali perunggu.

Medali emas nomor tersebut direbut pasangan China Zhou Yafei/Deng Lijuan yang mencatatkan waktu 12,89 detik sekaligus memperbaiki rekor dunia. Mereka mengalahkan pasangan Polandia Aleksandra Kalucka/Natalia Kalucka yang meraih perak dengan 14,00 detik.

Medali perunggu lainnya bagi tim Indonesia dipersembahkan oleh Raharjati Nursamsa dari nomor perseorangan putra lewat catatan waktu 4,79 detik, di bawah peraih emas asal Amerika Serikat Samuel Watson (4,60 detik) dan Zhao Yicheng asal China (4,69 detik).

Estafet putra menjadi satu-satunya nomor di World Climbing Series Krakow 2026 yang tak membuahkan medali bagi kontingen Indonesia. Pencapaian terbaik dibukukan Raharjati/Robby yang tampil di babak perebutan medali perunggu, tetapi hanya mampu membukukan catatan waktu 13,55 detik, menyerahkan podium ketiga kepada pasangan Ukraina Hryhorii Ilchyshyn/Yaroslav Tkach (10,73 detik).

Hasil itu sedikit antiklimaks bagi Raharjati/Robby yang sempat menempati posisi kedua fase kualifikasi dengan catatan waktu 10,23 detik. Medali emas nomor estafet putra menjadi milik pasangan China Long Jianguo/Chu Shouhong (11,07 detik) setelah mengalahkan wakil Amerika Serikat Samuel Watson/Zach Hammer (11,72 detik) di final.

Anggota kontingen Indonesia lainnya belum mampu meraih hasil terbaik di Krakow. Kadek Adi Asih dan Rajiah yang menembus putaran final dengan catatan waktu masing-masing 6,512 detik dan 6,592 detik, harus terhenti di babak perempat final.

Aditya Tri Syahria, Robby, dan Veddriq Leonardo membukukan catatan waktu kualifikasi 4,873 detik, 5,160 detik, dan 5,223 detik untuk melangkah ke putaran final nomor perseorangan putra. Namun Aditya terhenti di semifinal, sedangkan Robby dan Veddriq sama-sama mengakhiri langkah di 16 besar.

Raharjati/Rajiah yang turun sebagai Indonesia 1 di estafet campuran sempat mencapai babak perebutan medali perunggu, tetapi hanya mampu mencatatkan waktu 11,35 detik dan menyerahkan podium ketiga jadi milik pasangan China Zhou Yafei/Zhao Yicheng (11,17 detik).

Pasangan Kadek Adi Asih/Bertdighna Devi Surya Kusuma turun di nomor estafet putri, tetapi mereka berakhir menempati peringkat ke-20 setelah gagal mencatatkan waktu karena fall.

Dengan hasil ini, Indonesia berada di posisi ketiga dalam perolehan medali. China mendominasi dengan menyabet dua emas, satu perak, satu perunggu. Hasil yang sama juga diraih Amerika Serikat yang menempati di posisi kedua.

Sementara Polandia di urutan keempat dengan dua perak dan Ukraina satu perunggu di posisi kelima.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.