Berpotensi Melemah Lanjutan, 29 Juli 2026
Rabu, 29 Jul 2026, 08:15 WIBJAKARTA â Rupiah berpotensi melanjutkan pelemahanÂnya dalam perdagangan tengah pekan ini. Pelaku pasar diÂperkirakan cenderung wait and see terhadap suksesi di keÂpemimpinan Bank Indonesia (BI) menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari tampuk pimpinan bank sentral.Â
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di paÂsar uang antarbank, Rabu (29/7), bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 17.960 - 18.020 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (28/7), bergerak meleÂmah 74 poin atau 0,41 persen dari sehari sebelumnya menÂjadi 18.083 rupiah per dollar AS. Ibrahim mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi potensi besar FedeÂral Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga. âFederal Reserve diperkirakan secara luas akan mempertaÂhankan suku bunga pada Rabu (29/7),â ucapnya di Jakarta.
CME FedWatch menunjukkan probabilitas sekitar 62 persen untuk skenario suku bunga tetap dipertahankan. Namun, prospek kebijakan moneter cenderung fluktuatif bulan ini di tengah situasi yang dinamis di Timur Tengah, mengingat harga minyak sempat melonjak sekitar 20 persen dalam dua pekan saat AS dan Iran saling melancarkan seÂrangan terkait kendali atas Selat Hormuz.
Pasar juga menantikan pernyataan dari Gubernur Fed Kevin Warsh, pasca menerima komentar yang cenderung hawkish darinya sejak keputusan suku bunga bank sentral terakhir pada Juni lalu. Warsh menegaskan komitmen FedeÂral Open Market Committee (FOMC) untuk menjaga stabiliÂtas harga, dan juga telah meluncurkan tinjauan menyeluruh terhadap operasional Fed dengan menunjuk lima gugus tuÂgas untuk menangani berbagai aspek, seperti komunikasi dan kerangka kerja mencapai sasaran inflasi.
Melihat sentimen domestik, lanjutnya, ketidakpastian ekonomi dalam negeri usai pengunduran diri Perry Warjiyo secara mendadak sempat direspons negatif oleh pasar kaÂrena dalam jangka pendek meningkatkan ketidakpastian pasar akibat transisi kepimpinan yang baru di tengah deprÂesiasi nilai tukar rupiah, derasnya outflow dana asing, serta potensi tren kenaikan suku bunga global.
âNamun, penunjukan Destry Damayanti memberi optiÂmisme pasar akan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan laju inflasi, serta mempertahankan stabilitas sistem keuangan yang berkelanjutan,â ungkap dia.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
KKN di Pakal Surabaya, Universitas Wijaya Kusuma Optimalkan Potensi Lokal Berbasis Pertanian, Peternakan, dan UMKM
-
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Wagub Pastikan Penanganan Warga Terdampak Berjalan
-
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir pada Puncak PENAS KTNA XVII di Gorontalo
-
TVRI Pastikan Kesiapan Siara Piala Dunia 2026 Hampir 100 Persen
-
Pullman Jakarta Central Park Sabet Penghargaan Best Convention Hotel Asia Pasifik 2025–2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.