Akses ke Pasar Global Jadi Tantangan Terbesar Industri Kreatif RI
Senin, 06 Jul 2026, 19:24 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa tantangan terbesar pelaku industri kreatif Indonesia saat ini bukan lagi menghasilkan produk yang berkualitas, melainkan memperoleh akses menuju pasar global.
"Pemerintah harus mulai fokus membuka akses global untuk brand lokal. Produk Indonesia sudah semakin berkualitas. Yang sering menjadi tantangan justru bagaimana mempertemukan karya-karya terbaik kita dengan pasar, jejaring, dan peluang di tingkat internasional," kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Senin (6/7).
Hal itu dikatakannya saat mengunjungi Indonesia Marketplace dalam rangkaian Movement Across Time (MASA) Singapore 2026 di Takashimaya Shopping Centre, Singapura.
Menurut dia, selama ini promosi produk Indonesia di luar negeri masih banyak dilakukan melalui pameran yang bersifat sesaat. Padahal, pelaku usaha lebih membutuhkan akses yang berkelanjutan terhadap pasar, jejaring bisnis, dan mitra strategis yang dapat membantu mereka berkembang di tingkat global.
Ia menilai pendekatan yang dibangun oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar melalui kolaborasi dengan MASA menghadirkan paradigma baru dalam mendukung pelaku ekonomi kreatif.
Pemerintah tidak hanya memfasilitasi keikutsertaan dalam sebuah pameran, tetapi membangun kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan brand-brand Indonesia yang telah dikurasi ke ruang komersial strategis serta menghubungkannya secara langsung dengan ekosistem pasar internasional.
"Saya mengapresiasi Bu Irene dan jajaran Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah memulai pendekatan baru ini. Yang dibangun bukan sekadar sebuah pameran, tetapi membuka akses. Brand-brand Indonesia dipertemukan dengan buyer, investor, media, hingga pengelola ruang komersial internasional. Nilai tambahnya ada di situ," ujar Muhaimin Iskandar.
Muhaimin Iskandar menilai model seperti MASA perlu diperluas karena menunjukkan bahwa dukungan pemerintah kepada pelaku usaha tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk anggaran atau bantuan langsung.
Dalam banyak situasi, membuka akses, membangun jejaring, dan mempertemukan pelaku usaha dengan peluang strategis justru memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.
"Kalau hanya berpameran, dampaknya sering berhenti ketika acaranya selesai. Tetapi ketika pemerintah mampu membuka akses dan membangun jejaring, manfaatnya akan terus berkembang jauh setelah kegiatan itu berakhir. Inilah cara pemerintah menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat," katanya. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.