Pembentukan Satgas Jaga Anak untuk Mencegah Kekerasan dan Perundungan
Minggu, 05 Jul 2026, 22:28 WIBLamongan -Â Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Jaga Anak sebagai upaya memperkuat perlindungan anak sekaligus mencegah perundungan dan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
Ketua PCNU Lamongan Syahrul Munir mengatakan Satgas Jaga Anak dibentuk untuk memberikan pendampingan kepada anak yang menghadapi berbagai persoalan serta memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perlindungan. Satgas ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam melakukan edukasi, pencegahan, serta pendampingan ketika terjadi persoalan yang melibatkan anak," katanya di Lamongan, Minggu.
Ia menjelaskan pembentukan Satgas Jaga Anak merupakan wujud komitmen PCNU Lamongan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Satgas tersebut juga akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, serta masyarakat dalam menangani persoalan yang berkaitan dengan hak-hak anak.
Menurut Syahrul, gagasan pembentukan Satgas Jaga Anak telah mendapat respons positif dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saat dirinya menghadiri penutupan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Bangkalan, Jawa Timur.
"Semoga ke depan Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan bisa berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pengukuhan Satgas Jaga Anak dilakukan oleh Rais Syuriyah PCNU Lamongan KH Salim Ashar bersamaan dengan Rapat Pleno Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di Kantor PCNU setempat.
Sementara itu, Ketua Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan Umaiyah mengatakan pihaknya akan segera menjalankan program edukasi dan sosialisasi kepada pendidik, ustaz, ustazah, serta pengelola pondok pesantren melalui jejaring Lembaga Pendidikan Ma'arif NU dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI).
"Anak kita sekarang adalah pemimpin masa depan. Persiapkan tumbuh kembang mereka sebaik mungkin dengan suasana aman, nyaman, dan terlindungi dari kekerasan verbal, fisik, sosial, maupun siber," katanya.
- kekerasan anak
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.