Telkom Latih Pemuda Papua Barat Daya Kuasai AI demi Dampingi UMKM Lokal
Sabtu, 04 Jul 2026, 09:30 WIBJAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menghadirkan program Rural Youth AI Facilitator untuk meningkatkan literasi digital sekaligus memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Papua Barat Daya.
Program tersebut dirancang dengan memberdayakan generasi muda sebagai agen transformasi digital yang akan mendampingi pelaku UMKM memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Langkah ini menjadi bagian dari upaya Telkom menghadirkan pemerataan akses teknologi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis digital di berbagai daerah.
Inisiatif tersebut lahir dari masih terbatasnya tingkat literasi digital pelaku UMKM di Papua Barat Daya. Berdasarkan data Pemerintah Kota Sorong tahun 2023, terdapat lebih dari 6.823 UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah, sementara data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sorong tahun 2025 menunjukkan baru sekitar 150 dari sekitar 6.000 pelaku UMKM yang pernah mengikuti pelatihan digitalisasi.
Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan terhadap program penguatan kapasitas digital bagi pelaku usaha di wilayah 3T. Karena itu, Telkom menghadirkan pendekatan yang berkelanjutan melalui pelibatan generasi muda agar proses pendampingan dapat berlangsung lebih efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Sebagai langkah awal, Telkom menyelenggarakan pelatihan Artificial Intelligence bagi 70 mahasiswa dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong dan Universitas Papua (UNIPA) Waisai. Melalui metode Train the Trainer, para peserta dipersiapkan menjadi fasilitator digital yang nantinya mendampingi UMKM dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung pengembangan usaha.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, mengatakan pengembangan talenta muda menjadi salah satu strategi perusahaan dalam memperluas manfaat transformasi digital hingga ke wilayah 3T. Menurutnya, kolaborasi antara teknologi dan sumber daya manusia lokal akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.
"Pemberdayaan talenta muda merupakan bagian dari komitmen Telkom untuk memperluas manfaat transformasi digital hingga ke wilayah 3T. Melalui Rural Youth AI Facilitator, kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi AI guna meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai tambah bagi usahanya," ujar Hery.
Setelah mengikuti pelatihan, para mahasiswa akan mendampingi pelaku UMKM secara langsung melalui pendekatan one-on-one. Pendampingan tersebut mencakup pengembangan aset digital, strategi pemasaran, hingga penerapan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengelolaan usaha.
Dengan melibatkan mahasiswa yang berasal dari wilayah setempat, Telkom berharap proses pendampingan menjadi lebih mudah diterima oleh masyarakat. Para fasilitator dinilai memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap karakteristik budaya, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di daerahnya.
Ke depan, para agen digital juga akan berkolaborasi dengan berbagai kelompok strategis di Papua Barat Daya. Di antaranya adalah kelompok usaha Mama-Mama Papua dalam pengembangan produk dan pemasaran, komunitas pemuda desa untuk memperkuat promosi digital, serta pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna meningkatkan tata kelola kelembagaan sekaligus memperluas peluang kemitraan bisnis atau Business-to-Business (B2B).
Program Rural Youth AI Facilitator menjadi bagian dari komitmen Telkom dalam membangun ekosistem UMKM yang modern, inklusif, dan berdaya saing melalui implementasi program TJSL. Selain meningkatkan kapasitas pelaku usaha, inisiatif ini juga membuka peluang bagi generasi muda untuk mengambil peran aktif sebagai motor penggerak transformasi digital di wilayahnya masing-masing.
Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui sinergi antara teknologi, talenta muda, dan masyarakat, Telkom optimistis transformasi digital yang inklusif dapat memperkuat daya saing UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
- UMKM
- artificial intelligence (AI)
- Daerah 3T
- Telkom
- Transformasi Digital
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Apresiasi Kebijakan Kemenkeu, Bank Mandiri Siap Optimalkan Fungsi Intermediasi Perbankan
-
Ambisi Adopsi AI di Indonesia Terhambat Kesiapan Digital dan Pengalaman Karyawan
-
Telkom Terbitkan Sustainability Report 2025, Perkuat Transisi Rendah Karbon dan ESG
-
Telkom Perkuat Tata Kelola, Bekali Pimpinan Hadapi Risiko Hukum dalam Pengambilan Keputusan Bisnis
-
East Ventures: Transformasi Digital Indonesia Harus Berujung pada Nilai Ekonomi Nyata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.