Hadapi El Nino, Kementan Kembangkan Pakan Ternak dari Legum dan Rumput
Sabtu, 04 Jul 2026, 09:45 WIBBANJARBARU â Pengembangan hijauan pakan ternak menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pakan konsentrat yang harganya cenderung berfluktuasi.
Ketersediaan hijauan berkualitas secara berkelanjutan dapat menekan biaya produksi, menjaga kesehatan ternak, dan meningkatkan efisiensi usaha peternakan.
Di sisi lain, pengembangan hijauan pakan juga mendukung sistem peternakan yang lebih berkelanjutan melalui pemanfaatan lahan secara optimal dan integrasi dengan sektor pertanian.
Jika dikelola secara terencana, langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan pakan nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing dan pendapatan peternak dalam jangka panjang.
Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan hijauan pakan ternak berupa legum dan rumput berprotein tinggi yang tahan kekeringan untuk menjaga ketersediaan pakan serta keberlanjutan produksi ternak di tengah potensi penurunan hijauan pakan karena dampak fenomena El Nino.
âPengembangan melalui perluasan penanaman tanaman pakan yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi lahan kering sehingga tetap dapat tumbuh meski curah hujan menurun,â kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan RI Agung Suganda pada kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI dalam rangka memitigasi dampak El Nino di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (3/7).
Ia menyebutkan jenis hijauan yang dikembangkan itu meliputi legum seperti indigofera, gamal dan lamtoro, serta rumput berprotein tinggi seperti gajah umami yang dinilai mampu bertahan pada kondisi kekeringan.
âHijauan tahan kekeringan menjadi upaya cepat pemerintah menjaga stabilitas pasokan pakan di tingkat peternak secara berkelanjutan,â katanya.
Kementerian Pertanian terus mendorong penanaman hijauan pakan ternak baik dari kelompok legum maupun rerumputan agar dapat dibudidayakan oleh kelompok peternak.
Ia berharap pengembangan pakan tersebut dapat mengurangi ketergantungan peternak terhadap pakan alami yang rentan berkurang saat musim kemarau berkepanjangan di berbagai daerah.
Selain penanaman, Kementerian Pertanian juga mendorong pengolahan hijauan menjadi pakan awetan melalui fermentasi maupun pengeringan agar dapat disimpan lebih lama dan digunakan saat dibutuhkan peternak.
âIni menjadi strategi untuk memperkuat ketahanan pakan nasional sekaligus menjaga produktivitas ternak agar tetap stabil di tengah perubahan kondisi iklim,â ujar Agung Suganda.
- El Nino
- Inovasi pakan ternak
- legum
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar Dampingi 1.000 UMKM Urus Sertifikasi Halal
-
Ilmuwan Perkirakan El Niño Dahsyat akan Menyebabkan 450.000 Kematian dalam Enam Bulan ke Depan
-
KPK Dalami Mekanisme Pemeriksaan Pajak di KPP Madya Banjarmasin, ASN DJP Diperiksa.
-
Menkeu Purbaya Pastikan Kemenkeu Punya Dana Cukup Bayar Utang Kereta Cepat
-
Harga Emas Antam Hari Ini Rp2.670.000/Gram, Naik Rp31.000
-
Ibas Ajak Generasi Muda Kritis di Era AI, Jangan Serahkan Pikiran pada Algoritma.
-
Sambut HUT ke-81 TNI AL, Pantai Kenjeran Dibersihkan untuk Dorong Wisata Lokal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.