Menkop Kebut Penempatan 30 Ribu Manajer Kopdes, Profesionalisasi Koperasi Dimulai

Kamis, 02 Jul 2026, 18:45 WIB

JAKARTA – Keberadaan manajer Koperasi Desa (Kopdes) menjadi faktor penentu dalam memastikan koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan usaha.

Di tengah tuntutan peningkatan ekonomi desa, manajer tidak hanya berperan sebagai pengelola operasional, tetapi juga sebagai penggerak inovasi, penguatan tata kelola, serta penghubung antara potensi lokal dengan akses pembiayaan dan pasar.

Ket. Foto: Seorang petani membeli pupuk di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Desa Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah. — Sumber: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudhatom

Kapasitas manajerial yang kuat akan menentukan sejauh mana Kopdes mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan sekitar 30 ribu manajer Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan mulai ditempatkan di koperasi-koperasi di seluruh Indonesia mulai Agustus 2026, setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan yang sedang berlangsung.

Ferry mengatakan penempatan dilakukan secara bertahap seiring rampungnya pembangunan fisik gudang, gerai, dan fasilitas pendukung Kopdes Merah Putih.

"Insya Allah nanti awal Agustus sudah selesai mereka mengikuti pelatihan dan langsung kita tempatkan di seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang juga bersamaan dengan pembangunan fisik gudang, gerai, dan alat kelengkapan yang sudah selesai dibangun," kata Ferry dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (2/7).

Menurut dia, para manajer akan ditempatkan sesuai daerah asal masing-masing agar lebih memahami karakteristik wilayah dan memudahkan pengelolaan koperasi.

Calon manajer Kopdes Merah Putih saat ini sedang mengikuti program latihan bela negara dan pelatihan manajerial calon manajer koperasi.

Program tersebut sebelumnya dikenal sebagai pelatihan komponen cadangan (komcad), tapi pemerintah telah mengubah skemanya setelah hasil evaluasi menyusul meninggalnya lima peserta dalam pelaksanaan pelatihan.

Adapun durasi latihan bela negara dipangkas dari semula satu bulan menjadi dua pekan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan para calon manajer selanjutnya akan memperoleh pelatihan manajerial koperasi yang disusun Kementerian Koperasi. Pelatihan berlangsung pada 17–31 Juli 2026.

Pelatihan tersebut mencakup 12 modul, antara lain filosofi, regulasi, dan praktik perkoperasian, kelembagaan, tata kelola koperasi, manajemen operasional, hingga digitalisasi Kopdes Merah Putih.

Pelatihan tetap dilaksanakan di pusat pendidikan dan pelatihan yang digunakan untuk program bela negara, tetapi kurikulum dan tenaga pengajarnya berada di bawah koordinasi Kementerian Koperasi.

Farida menambahkan di akhir pelatihan para peserta juga akan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memastikan Kopdes Merah Putih dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional.

Menurut data Sistem Informasi Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per 2 Juli 2026, dari sekitar 35 ribu titik pembangunan gerai koperasi yang telah terverifikasi, sekitar 20 ribu unit saat ini sedang dibangun.

Sementara itu, sekitar 14 ribu Kopdes Merah Putih telah rampung 100 persen.

  • Kopdes Merah Putih
  • Manajer Kopdes

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.