Filipina Tuding Nelayan Tiongkok Racuni Perairan LTS

Selasa, 14 Apr 2026, 04:07 WIB

MANILA - Filipina pada Senin (13/4) menuduh nela­yan Tiongkok telah menuangkan sianida di perairan Ke­pulauan Spratly, titik rawan di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan dan telah menjadi lokasi konfrontasi kekerasan dengan kapal-kapal Tiongkok.

Dalam pernyataannya, Dewan Keamanan Nasional Filipina (NSC) menduga racun itu dituang mulai tahun lalu di sekitar Second Thomas Shoal di gugusan Kepulauan Spratly yang terletak dekat jalur pelayaran vital dan konon kaya akan mineral.

Ket. Foto: Jubir Angkatan Laut Filipina, Laksamana Muda Roy Vincent Trinidad memperlihatkan gambar botol-botol yang berisi racun sianida yang mereka temukan di perairan Second Thomas Shoal di perairan sengketa LTS pada konferensi pers di Manila, Senin (13/4). — Sumber: ed ALJIBE / AFP

“Penggunaan sianida di Ayungin Shoal (Second Tho­mas Shoal) adalah tindakan sa­bo­tase yang bertujuan untuk membunuh populasi ikan lokal, sehingga merampas sumber makanan penting bagi personel Angkatan Laut,” kata Asisten Direktur Jenderal NSC, Cornelio Valencia, dalam sebuah konferensi pers.

“Tindakan-tindakan ini juga mengancam personel angkatan laut kita melalui paparan air yang terkontaminasi, memakan ikan yang diracuni, serta erosi terumbu karang,” imbuh Valencia.

Manila dan Beijing memiliki sejarah panjang sengketa teritorial maritim di jalur perairan yang diperebutkan ini, termasuk bentrokan kekerasan pada Juni 2024 dimana personel Penjaga Pantai Tiongkok yang membawa pisau, tongkat, dan kapak, menaiki kapal AL Filipina.

Valencia mengatakan Manila telah mengangkat isu dugaan penuangan racun tersebut dengan Beijing dalam pertemuan baru-baru ini, tetapi belum menerima tanggapan resmi.

Valencia mengatakan bahwa kerusakan terumbu karang akibat racun sianida juga dapat membahayakan fondasi struktural BRP Sierra Madre, kapal perang era Perang Dunia II yang sengaja dikandaskan dan kini menjadi lokasi penempatan pasukan Filipina.

Juru bicara Angkatan Laut Filipina, Laksamana Muda Roy Vincent Trinidad, mengatakan pasukan Filipina berhasil menyita 10 botol sianida pada perahu yang diluncurkan dari kapal nelayan Tiongkok pada Februari, Juli, dan Oktober 2025.

Dia mengatakan bahwa para tentara telah mengamati awak perahu sampan Tiongkok lainnya meracuni perairan di dekat Second Thomas Shoal bulan lalu, dan menambahkan bahwa air di gosong pasir tersebut kemudian teruji positif mengan­dung sianida.

Valencia dan Trinidad sama-sama menuduh kapal induk para nelayan tersebut bekerja untuk Angkatan Laut Tiongkok.

Valencia mengatakan bahwa NSC berencana untuk menyerahkan laporannya kepada Kementerian Luar Ne­geri Filipina awal pekan ini, yang dapat menjadi dasar untuk mela­yangkan protes diplomatik.

Manila juga telah memerintahkan angkatan laut dan penjaga pantai untuk meningkatkan patroli untuk mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut di daerah tersebut, ucap Valencia.

Latihan Gabungan

Sementara itu dilaporkan bahwa Amerika Serikat (AS), Australia, dan Filipina akan menggelar latihan maritim gabungan kedua di LTS tahun ini, di tengah ketegangan dengan Tiongkok di jalur perairan yang disengketakan tersebut.

“Latihan militer selama empat hari dari tanggal 9 hingga 12 April itu akan menyatukan kapal perang, jet tempur, dan pesawat pengintai dalam ­serangkaian operasi ter­koordinasi untuk memperkuat kemampuan pertahanan ma­ritim,” kata militer Filipina pada Senin.

Latihan itu akan menggarisbawahi pendalaman kerja sama pertahanan di antara ketiga negara dan komitmen bersama mereka terhadap keamanan regional, demikian pernyataan militer Filipina.

Latihan tersebut dilakukan menjelang pembukaan latih­an perang skala besar tahunan yang disebut Balikatan antara Manila dan Washington DC pada 20 April, yang untuk pertama kalinya akan ­menyertakan Jepang sebagai peserta penuh dan bukan hanya peng­amat, bersama dengan Australia. AFP/CNA/I-1

  • Sengketa Maritim

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.