Budi Daya Durian Kelinjau Berbasis Agroforestri, Solusi Hijau Selamatkan Lahan Kritis
Jumat, 24 Jul 2026, 22:45 WIBSAMARINDA â Teknologi budi daya durian berbasis sistem agroforestri menawarkan pendekatan yang mampu menyeimbangkan produktivitas pertanian dengan kelestarian lingkungan.
Melalui pola tanam yang mengombinasikan pohon durian dengan tanaman kehutanan maupun komoditas lain, sistem ini dapat meningkatkan kesuburan tanah, menjaga ketersediaan air, mengurangi risiko erosi, serta menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam bagi petani.
Di tengah meningkatnya permintaan durian di pasar domestik dan ekspor, penerapan agroforestri juga menjadi strategi penting untuk memperkuat ketahanan produksi sekaligus mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur menggencarkan transfer teknologi budi daya durian bersistem agroforestri guna mencegah erosi lahan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar hutan.
"Penerapan metode agroforestri dalam budi daya durian ini tidak hanya menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tinggi, tetapi secara ekologis terbukti membantu mengurangi erosi serta meningkatkan kesuburan tanah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmadi di Samarinda, Jumat (24/7).
Menurutnya, durian merupakan komoditas hortikultura unggulan daerah yang memiliki prospek pasar strategis sejak inisiatif pengembangan sentra durian Kaltim dimulai pada tahun 1992.
Meski demikian, para pekebun lokal kerap menghadapi tantangan lapangan dalam hal peningkatan produktivitas, standardisasi kualitas buah, pemeliharaan berkelanjutan, hingga penanganan hama penyakit.
Merespons kendala tersebut, Dishut Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kelinjau hadir memberikan pendampingan teknologi secara langsung agar budidaya durian dapat berjalan optimal dan terarah.
"Melalui pola agroforestri yang menggabungkan tanaman berkayu dengan komoditas pertanian lainnya, pekebun juga dapat menekan biaya produksi karena sistem ini mengurangi ketergantungan pada penggunaan pupuk luar," ujar Rusmadi.
Pemberdayaan ini merupakan bagian dari upaya pemanfaatan Kawasan Hutan Negara secara bijaksana, di mana pemerintah memberikan akses legal kepada warga melalui skema kemitraan kehutanan dengan memegang teguh prinsip keberlanjutan ekosistem.
Transfer pengetahuan dan teknologi yang diberikan mencakup akses informasi pasar, efisiensi skala usaha, hingga penumbuhan kesadaran komunal akan pentingnya menjaga pelestarian lingkungan sekitar.
"Tujuan utama dari seluruh rangkaian pendampingan ini adalah wujudnya sebuah harmoni, yakni tercapainya kondisi hutan yang tetap lestari berdampingan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya," tutur Rusmadi.
- Durian
- Agroforestri
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Di Tengah Gejolak Pasar Global, ANTAM Pastikan Bisnis dan Hilirisasi Tetap On Track
-
Anda Warga Tangerang? Pemkab Buka Pendaftaran Mudik Gratis "Online" Kuota Hanya 2.800 Orang
-
100 Desainer Ramaikan Ajang Mode Jakarta Fashion Week 2026
-
Emisi Mau Turun 43%? KKP Ungkap Peran Penting Carbon Capture Storage di Laut
-
Terkait Kasus Horor MBG, Badan Besar Labkesmas Makassar Siap jika Diminta Memeriksa SPPG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.