AS Tetapkan Geng Ekuador 'Chone Killers' Organisasi Teroris

Kamis, 02 Jul 2026, 14:36 WIB

WASHINGTON - Amerika Serikat menetapkan geng Ekuador, Chone Killers, sebagai organisasi teroris asing, kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Rabu (1/7).

Kelompok tersebut "telah melakukan banyak serangan yang menargetkan warga sipil, petugas penegak hukum, dan pejabat pemerintah, termasuk pembunuhan pejabat publik tingkat tinggi," kata Rubio dalam sebuah pernyataan.

Ket. Foto: Polisi bersenjata lengkap berjaga-jaga saat operasi di Duran, Ekuador pada 27 November 2024. Setelah operasi polisi, empat rumah dihancurkan dan 13 orang diduga anggota geng 'Chone Killers' ditangkap. — Sumber: AFP

Ia mengatakan kelompok tersebut juga dicap sebagai "teroris global yang ditunjuk secara khusus."

Akibatnya, para pemimpin Chone Killers dan siapa pun yang terkait dengan mereka dapat dikenai sanksi AS dan penuntutan pidana.

"Pemerintahan Trump, bekerja sama dengan Ekuador dan Presiden Daniel Noboa, akan terus melindungi kawasan kita dengan mencegah peredaran narkoba ilegal di jalanan dan mengganggu aliran pendapatan yang mendanai teroris narkoba yang melakukan kekerasan," kata Rubio.

Ekuador telah berubah dari salah satu negara teraman di Amerika Selatan menjadi pusat perdagangan kokain utama, yang dikuasai geng-geng yang memiliki hubungan dengan kartel Meksiko dan Kolombia.

Noboa, sekutu setia Presiden AS Donald Trump, telah memberlakukan jam malam dan mengerahkan militer ke beberapa provinsi dalam tindakan keras yang didukung AS yang bertujuan untuk memberantas aktivitas geng.

Pemerintahan Trump telah menetapkan sejumlah geng dan kartel narkoba Amerika Latin lainnya sebagai organisasi teroris, termasuk Tren de Aragua dari Venezuela dan kartel Sinaloa dari Meksiko.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.