Rekonstruksi Musik Gamelan Tua oleh Komunitas Seni Badung di PKB

Rabu, 01 Jul 2026, 22:37 WIB

Denpasar, - Komunitas Seni Tapahana dari Kabupaten Badung merekonstruksi lima musik gamelan tua karya maestro I Wayan Lotring dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

"Persiapan memakan waktu sekitar 2 bulan, proses rekonstruksi ini melibatkan pencarian narasumber di desa untuk mengulik kembali karya-karya asli almarhum maestro I Wayan Lotring," kata Koordinator Pementasan Komunitas Seni Tapahana I Nyoman Agus Adi Putra di Denpasar, Rabu.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

Komunitas Seni tersebut mementaskan lima karya dari almarhum Maestro I Wayan Lotring, yaitu Tabuh Kawitan khas Kuta, Tari Legong Kraton Lasem, Tabuh Solo khas Kuta, Tari Legong Smarandana, dan Tabuh Sekar Gendot khas Kuta.

Penampilan Rekasadana (Pergelaran) Rekonstruksi Gamelan Tua di PKB 2026 ini dilakukan demi menghidupkan kembali warisan seni klasik yang nyaris punah di tengah modernisasi pariwisata Kuta.

Nyoman Agus menyebut pementasan ini didukung oleh 25 orang penabuh dan lima orang penari, dengan menggunakan media gamelan Palegongan Saih Lima.

Pementasan seni klasik yang digelar di panggung budaya tersebut melibatkan puluhan seniman muda berbakat yang membawakan kembali struktur repertoar asli Kuta.

Proses rekonstruksi gending ciptaan maestro legendaris asal Banjar Tegal Kuta itu memerlukan waktu riset yang panjang guna melacak detail aransemen lama.

"Komunitas ini menggunakan rekaman suara tahun 1928 sebagai acuan utama untuk merekonstruksi gending asli karya I Wayan Lotring agar tetap otentik," ucapnya

Tim Tapahana juga menggali dokumen sejarah audio zaman kolonial sebagai referensi utama dalam mengembalikan rasa estetik asli palegongan abad lalu.

"Karya maestro I Wayan Lotring memiliki gaya tabuh yang tegas, dinamis, serta memiliki struktur bayu-bayu gending yang sulit ditiru, salah satu ciri khas versi Kuta terletak pada teknik pukulan otek-otek khususnya otek empat," kata Nyoman Agus.

Karya-karya sang maestro Kuta itu diakui memiliki keunikan musikal yang sangat spesifik dan memerlukan teknik pukulan tingkat tinggi bagi para penabuh modern.

"Gaya tabuh pekak Lotring sangat dinamis dan dalam istilah Bali disebut sangat wayah (matang)," ucap salah satu penabuh I Made Okan Ananda Wiradana.

Sementara itu, dari sisi praktisi penabuh mengakui adanya tingkat kerumitan dan kedalaman rasa yang sangat tinggi pada setiap jalinan instrumen klasik tersebut.

"Gendingnya memiliki ciri khas vokal atau pola pukulan tertentu yang unik, pola pukulan kendangnya sangat dinamis dan kompleks, struktur jalinan pukulan dalam musik pelegongan karya beliau juga sering kali membuat bingung karena polanya yang sangat dinamis dan tidak monoton," sambung seniman muda itu.

Kendati menghadapi tingkat kesulitan tinggi, seluruh pemain pada akhirnya mampu menyuguhkan performa apik berkat disiplin latihan ketat selama tiga bulan.

Melalui penampilan di PKB 2026 ini, mereka berharap dapat terus melestarikan budaya Bali, khususnya menjaga dan menghidupkan kembali gending-gending mahakarya dari Kuta.

  • Pesta Kesenian Bali

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.