Program Magang Nasional 2026 Dinilai Harus Berujung pada Pekerjaan Tetap bagi Peserta

Rabu, 01 Jul 2026, 06:30 WIB

Jakarta - Program Magang Nasional 2026 dinilai menjadi langkah positif untuk membantu lulusan baru memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan keterampilan sebelum memasuki dunia kerja. Meski demikian, program tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas memberikan kesempatan magang, melainkan mampu menjadi jembatan menuju pekerjaan tetap melalui penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan industri.

Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai program yang diluncurkan pemerintah itu telah menjawab salah satu kebutuhan utama lulusan baru yang masih kesulitan memperoleh pekerjaan. Namun, ia mengingatkan agar Program Magang Nasional tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, melainkan memiliki keberlanjutan dan mampu menciptakan peluang kerja yang nyata bagi para peserta.

Ket. Foto: Analis komunikasi politik Hendri Satrio. — Sumber: Antara

"Program ini merupakan langkah yang baik karena menjawab salah satu kebutuhan masyarakat saat ini, terutama para lulusan baru yang menghadapi tantangan masuk ke dunia kerja," ujar Hensa di Jakarta, Selasa (30/6).

Menurut pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berhasil menyampaikan tujuan program secara jelas kepada publik.

"Ini program bagus, harus diakui, Seskab Teddy menyampaikannya juga cukup baik, Menteri Yassierli juga begitu. Pesannya sampai bahwa pemerintah paham ada masalah besar di anak muda kita, yaitu lulus kuliah tapi belum tentu langsung kerja," ujarnya.

Ia menilai pemerintah telah menjelaskan berbagai aspek yang ingin diketahui masyarakat, mulai dari kuota peserta, mekanisme pelaksanaan hingga peluang memasuki dunia kerja. Namun, komunikasi yang baik itu juga memunculkan ekspektasi besar terhadap hasil program.

Karena itu, Hensa mengingatkan pemerintah harus memastikan Program Magang Nasional tidak sekadar menjadi tempat "parkir" sementara bagi pencari kerja, melainkan benar-benar membuka jalan menuju pekerjaan tetap.

Menurutnya, pemerintah perlu menjamin adanya keberlanjutan program dengan memperkuat keterlibatan dunia usaha sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga peluang karier setelah masa magang berakhir.

Pemerintah sendiri menyiapkan anggaran sebesar Rp4,2 triliun untuk Program Magang Nasional 2026 (MagangHub) Angkatan II yang rangkaiannya dimulai pada Juli. Pada tahap pertama, program ini menyediakan kuota bagi 50 ribu peserta dengan pendaftaran dibuka pada 15-28 Juli.

"Untuk pendaftaran peserta, ini yang mungkin ditunggu-tunggu, yaitu dibuka pada 15-28 Juli. Jadi masih ada kesempatan dua minggu lagi (bagi peserta untuk mempersiapkan diri)," kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

Penyerapan Lulusan

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan program tersebut merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyerapan lulusan baru ke dunia kerja.

"Program ini juga merupakan jembatan nyata bagi mahasiswa yang baru lulus kuliah untuk dapat langsung bekerja dan langsung dapat memperoleh penghasilan," ujar Teddy.

Program Magang Nasional menawarkan uang saku atau gaji sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, bergantung pada upah minimum kabupaten/kota lokasi penempatan. Peserta akan menjalani magang selama enam bulan di perusahaan mitra BUMN maupun swasta dengan pendampingan mentor.

Pemerintah menargetkan jumlah peserta meningkat menjadi 150 ribu orang pada 2026, naik dari 100 ribu peserta pada tahun sebelumnya yang ditempatkan di sekitar 8.800 perusahaan.

Berdasarkan evaluasi pemerintah, sekitar 30 persen peserta Program Magang Nasional 2025 direkrut menjadi pegawai tetap setelah menyelesaikan magang, sedangkan 30 persen lainnya masih menunggu panggilan kerja dalam dua hingga tiga bulan.

  • program Magang Nasional

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.