Bapanas dan Bulog Salurkan 250 Ton Jagung Pakan di Magetan untuk Bantu Peternak Unggas
Minggu, 10 Mei 2026, 07:47 WIBBadan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog menyalurkan 250 ton jagung pakan melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, guna membantu meringankan biaya produksi peternak unggas di daerah tersebut.
Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, mengatakan pihaknya bersama Perum Bulog hadir untuk mendukung penanganan kendala yang dihadapi peternak unggas, terutama terkait tingginya biaya pakan.
âProgram SPHP jagung pakan dipastikan telah berjalan mulai hari ini sehingga diharapkan dapat meringankan biaya produksi peternak unggas,â kata Maino.
Maino menghadiri langsung pelepasan distribusi perdana jagung program SPHP di Gudang Gulun Magetan bersama Perum Bulog dan Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti.
Ia menjelaskan harga jagung pakan yang selama ini diperoleh peternak unggas di Magetan berada di kisaran Rp6.600 per kilogram dengan kadar air 16 hingga 17 persen.
Sementara itu, stok jagung SPHP yang tersedia di Bulog Gulun Magetan memiliki kualitas lebih baik dengan kadar air 12 hingga 14 persen dan dijual dengan harga maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.
âHari ini kami bersama Ibu Bupati Magetan telah memastikan stok jagung pakan program SPHP berkualitas baik,â ujarnya.
Distribusi perdana program tersebut diawali dengan purchase order (PO) sebanyak 250 ton oleh dua koperasi peternak di Magetan. PO tersebut sebelumnya telah diinput melalui platform Klik SPHP Jagung pada Jumat (8/5).
Secara total, alokasi SPHP jagung pakan untuk wilayah Magetan mencapai 7.900 ton dan akan disalurkan secara bertahap hingga akhir tahun 2026.
âAlhamdulillah hari ini proses penyaluran jagung SPHP perdana secara nasional dimulai di Magetan,â katanya.
Maino menambahkan pembelian jagung pemerintah melalui Perum Bulog diperuntukkan bagi peternak layer, peternak mandiri, serta usaha mikro, kecil, dan menengah.
Ia memastikan harga jagung program SPHP di tingkat peternak tidak akan melebihi Rp5.500 per kilogram. Asosiasi maupun koperasi peternak yang melakukan PO juga telah terdaftar dalam sistem Klik SPHP Jagung sehingga pengawasan distribusi dapat dilakukan lebih mudah.
âTidak boleh lebih dari Rp5.500. Harapannya ini bisa sedikit mengurangi beban peternak karena saat ini harga telur turun, sementara biaya pakan masih cukup tinggi,â katanya.
Berdasarkan laporan yang diterima Bapanas, harga telur ayam ras di tingkat peternak di Magetan berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram. Per 8 Mei 2026, harga telur di tingkat peternak tercatat berkisar Rp19.000 hingga Rp21.000 per kilogram.
"Ini juga selaras dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan telur ayam ras di April 2026 mengalami deflasi secara bulanan cukup dalam hingga 4,29 persen," jelasnya.
Sementara di Maret 2026 masih menorehkan inflasi 2,34 persen. Deflasi telur ayam ras yang terdalam tercatat pernah pada April 2024 di 5,80 persen dan April 2025 di 4,13 persen.
"Produksi telur Magetan sangat membantu ketahanan pangan untuk wilayah lain. Oleh karena itu, stabilitas harga di tingkat peternak maupun konsumen perlu dijaga bersama," jelasnya.
Untuk mengatasi penurunan harga telur, Bapanas telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkatkan penyerapan telur langsung dari peternak.
Selain itu, Bapanas juga menyiapkan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) guna mendistribusikan telur dari daerah surplus ke wilayah yang masih mengalami defisit stok.
Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti berharap penyaluran jagung pakan tersebut dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak di daerahnya.
âPemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Bapanas dan Bulog atas kontribusinya dalam mengatasi persoalan pakan ternak di Magetan,â katanya.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.