Wali Kota Bandung Ajak Semua Pihak Hadir untuk Anak demi Perkuat Akses Pendidikan
Selasa, 30 Jun 2026, 17:10 WIBBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan tanpa terkecuali. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga diperkuat lewat kolaborasi bersama masyarakat, salah satunya melalui keberadaan Rumah Belajar Sabilulungan.
Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat memberikan sambutan dalam acara Sarendeuk Saigel Sabilulungan Rumah Belajar, di Pendopo Kota Bandung, Senin (29/6). Dalam suasana penuh kehangatan, Wali Kota Farhan berdialog langsung dengan para siswa yang antusias menceritakan pengalaman mereka mengikuti kegiatan belajar.
Saat ditanya mengapa senang belajar di Rumah Belajar Sabilulungan, anak-anak kompak menjawab karena gurunya baik, ceria dan mengajar dengan menyenangkan. Bagi Wali Kota Farhan, jawaban sederhana itu menjadi bukti bahwa pendidikan yang menghadirkan rasa nyaman mampu menumbuhkan semangat belajar anak.
âKetika mendengar jawaban jujur dari anak-anak, ada kebahagiaan tersendiri. Semua yang kita lakukan untuk mereka terasa sangat berharga,â kata Wali Kota Farhan.
Ia pun mengenang pengalamannya mengikuti program Sekolah Inspirasi beberapa tahun silam. Saat itu, para profesional dari berbagai bidang diberi kesempatan mengajar di sekolah dasar. Namun, menurutnya, justru para relawan yang memperoleh pelajaran berharga tentang besarnya dedikasi seorang guru.
âDulu kami datang dengan niat memberi inspirasi. Ternyata justru kami yang mendapatkan inspirasi. Dari situ saya semakin memahami betapa luar biasanya perjuangan para guru dalam mendidik anak-anak,â ujar dia.
Wali Kota Farhan menilai semangat serupa juga hadir di Rumah Belajar Sabilulungan. Menurut dia, para relawan bukan hanya memberikan ilmu kepada anak-anak tetapi juga memperoleh pelajaran tentang kepedulian, harapan dan kebahagiaan.
Ia mengibaratkan pembangunan bangsa dimulai dari perhatian kepada setiap anak. âKalau membangun rumah dilakukan bata demi bata, maka membangun bangsa dimulai dari anak demi anak,â tutur dia.
Di hadapan para siswa, Wali Kota Farhan juga mengajak mereka mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris. Baginya, keberanian anak-anak memperkenalkan diri menjadi gambaran bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas mampu meningkatkan rasa percaya diri.
Meski demikian, Wali Kota Farhan mengaku masih terdapat tantangan besar dalam pemerataan pendidikan di Kota Bandung. Selain persoalan ekonomi, kini semakin banyak ditemukan anak yang kehilangan akses pendidikan akibat persoalan psikologis maupun kondisi keluarga.
Ia mengungkapkan, selama berkantor keliling di berbagai kelurahan, hampir selalu ditemukan anak yang sebenarnya memiliki kesempatan bersekolah, namun memilih tidak melanjutkan pendidikan karena berbagai persoalan di rumah.
âKeterbatasan akses pendidikan bukan hanya karena ekonomi. Ada juga faktor psikologis dan kondisi keluarga yang membuat anak enggan bersekolah,â ujar dia.
Wali Kota Farhan mencontohkan kasus seorang anak berusia sembilan tahun yang belum pernah mengenyam pendidikan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, anak tersebut akhirnya diarahkan mengikuti program Sekolah Rakyat sebagai solusi agar tetap memperoleh hak belajar.
Menurut dia, keberadaan Rumah Belajar Sabilulungan menjadi pelengkap penting bagi sistem pendidikan formal karena mampu menjangkau anak-anak yang membutuhkan pendekatan lebih fleksibel.
Selain memperluas akses pendidikan, Wali Kota Farhan juga menekankan pentingnya kepemilikan dokumen administrasi kependudukan bagi setiap anak. Ia meminta seluruh anak dipastikan memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) agar dapat mengakses berbagai layanan pemerintah, termasuk pendidikan dan bantuan sosial.
Wali Kota Farhan juga mengatakan, Pemkot Bandung terus menjaga tiga layanan dasar yang menjadi prioritas pembangunan, yakni akses pendidikan, layanan kesehatan dan administrasi kependudukan.
Di sektor pendidikan, Pemkot Bandung menargetkan rata-rata lama sekolah warga terus meningkat hingga mencapai 12 tahun. Sementara di bidang kesehatan, Wali Kota Farhan memastikan tidak boleh ada masyarakat yang ditolak saat membutuhkan pelayanan medis, terlepas dari status administrasi kependudukannya.
Wali Kota Farhan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong mewujudkan Bandung sebagai kota yang semakin ramah anak dan nyaman dihuni.
Ia menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari penyediaan ruang bermain yang layak hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
âKolaborasi seperti inilah yang akan membuat Kota Bandung menjadi kota yang benar-benar layak dan nyaman bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar dan meraih masa depan,â tutur dia. ils/I-1
- Pemkot Bandung
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pelatihan Fesyen dan Kriya Bekali Masyarakat Keterampilan Berwirausaha
-
Kota Bandung dan Kotawaringin Timur Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan PAD dan Digitalisasi Layanan
-
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur
-
Wali Kota: Grand Design Kependudukan Jadi Panduan Bandung Menuju 2045
-
Kolong Jalan Layang Pasar Rebo Disulap Jadi Sasana Tinju
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.