Kemenpar Jajaki Peluang Kerja Sama Pariwisata dengan Korea Selatan
Senin, 29 Jun 2026, 10:00 WIBJAKARTA - Kementerian Pariwisata RI menjajaki peluang peningkatan kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan untuk memajukan sektor pariwisata.
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Republik Korea Chae Hwi Young di sela The 13th APEC Tourism Ministerial Meeting (TMM13) di Makau SAR, Tiongkok, pada 27 Juni 2026.
Menurut siaran pers kementerian yang dikonfirmasi pada Senin (29/6), area kerja sama yang dibahas dalam pertemuan itu mencakup penguatan promosi bersama Korea Tourism Organization (KTO) dan para agen perjalanan serta pengembangan wisata minat khusus gastronomi.
"Dengan kesamaan visi dalam kerangka APEC dan UN Tourism, Indonesia dan Republik Korea memiliki peluang besar untuk membawa kerja sama pariwisata ke tingkat yang lebih maju dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," kata Wiidyanti.
Ia berharap pertemuannya dengan Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Republik Korea Chae Hwi Young bisa membuka peluang peningkatan kerja sama kedua negara dalam pengembangan pariwisata dan sektor strategis yang lain.
Widiyanti juga menyampaikan bahwa Republik Korea merupakan salah satu sumber wisatawan mancanegara bagi Indonesia.
Dia menyambut baik kebijakan Pemerintah Republik Korea menerapkan pembebasan sementara dari persyaratan visa bagi rombongan wisatawan Indonesia yang mengunjungi negaranya mulai 28 Mei 2026.
Indonesia dalam The 13th APEC Tourism Ministerial Meeting menyampaikan komitmen untuk mendukung peningkatan pariwisata di Asia-Pasifik melalui inovasi digital, pemberdayaan masyarakat dan UMKM, serta kolaborasi lintas negara.
Selain itu, Indonesia mendukung implementasi APEC Tourism Strategic Plan 2025â2029, Putrajaya Vision 2040, serta hasil kajian APEC mengenai peningkatan efektivitas langkah-langkah fasilitasi perjalanan wisata di kawasan Asia-Pasifik.
- Kemenpar
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemenhaj Prioritaskan Layanan bagi Calon Haji Lansia dan Difabel
-
Stabilisasi Rupiah Perlu Sinergi
-
Wamendagri Tegaskan Tata Kelola Daerah Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim
-
Jepang Gabung Spanyol dan Jerman di Piala Dunia Basket Putri
-
Perceraian di Cilacap Capai 60–70 Kasus per Hari, Faktor Ekonomi Dominan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.