Jepang Modal Menang Persahabatan Saat Hadapi Brasil
Senin, 29 Jun 2026, 06:38 WIBTEXAS â Dalam persahabatan Oktober lalu, Jepang berhasil menundukkan timnas Brasil 3-2 dalam laga persahabatan di Tokyo. Kemenangan ini menjadi modal penting Samurai Biru untuk menghadapi tim kuat Brasil dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026, hari Selasa ini hari.
Keduanya akan bertemu di Stadion NRG Houston, Selasa (30/6) dini hari WIB. Selecao datang sebagai juara Grup C. Sedangkan Samurai Biru lolos sebagai runner up Grup F dengan misi membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan raksasa dunia.
Pertandingan ini bukan hanya soal kualitas individu namun juga pertarungan strategi dua pelatih dengan karakter berbeda. Carlo Ancelotti membawa Brasil yang semakin stabil setelah sempat tidak maksimal dalam laga pembuka. Sedangkan Hajime Moriyasu mengandalkan organisasi permainan disiplin dan transisi cepat yang menjadi ciri khas Jepang.
Brasil memahami bahwa perjalanan panjang di Piala Dunia tidak ditentukan oleh bagaimana sebuah tim memulai turnamen melainkan bagaimana mereka mengakhiri setiap fase. Setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Maroko Selecao langsung menunjukkan reaksi dengan dua kemenangan besar atas Haiti dan Skotlandia masing masing dengan skor 3-0.
Perubahan terbesar Brasil terlihat pada keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Ancelotti berhasil membuat timnya lebih sabar dalam membangun serangan sekaligus tetap berbahaya ketika ruang terbuka. Vinicius Junior menjadi pusat kreativitas dari sisi kiri sementara Matheus Cunha memberikan variasi melalui pergerakan tanpa bola di lini depan.
âKami berkembang dari pertandingan ke pertandingan. Yang terpenting bukan hanya mencetak gol tetapi memahami kapan harus menyerang dan kapan harus mengontrol permainan. Jepang adalah lawan yang sangat terlatih dan kami harus menghormati merekaâ ujar Ancelotti.
Brasil juga memiliki catatan pertahanan yang semakin membaik. Setelah kebobolan dalam enam pertandingan berturut turut mereka berhasil mencatat dua clean sheet terakhir. Namun sejarah pertemuan terakhir melawan Jepang menjadi pengingat bahwa laga ini tidak akan berjalan mudah.
Jepang pernah memberikan kejutan besar ketika mengalahkan Brasil 3-2 dalam pertandingan persahabatan Oktober lalu. Kemenangan itu menjadi momen bersejarah karena merupakan kemenangan pertama Samurai Biru atas Brasil setelah 14 pertemuan.
Bagi Moriyasu hasil tersebut bukan sekadar keberuntungan. Jepang menunjukkan kemampuan menghadapi tim besar dengan pressing terorganisasi dan serangan balik cepat. Kecepatan pemain sayap serta disiplin lini tengah menjadi senjata utama mereka.
âKami memiliki rasa percaya diri karena tahu kemampuan. Brasil adalah salah satu tim terbaik di dunia tetapi kami tidak ingin hanya bertahan. Kami ingin bermain dengan keberanian dan memanfaatkan peluang,â ujar Moriyasu.
Jepang memang gagal menjadi juara grup setelah bermain imbang 1-1 melawan Swedia. Namun performa mereka tetap meyakinkan terutama di sektor pertahanan. Gol Anthony Elanga menjadi gol ketiga yang diterima Jepang dalam 540 menit pertandingan terakhir.
Pertahanan rapat menjadi fondasi utama Jepang untuk menghadapi Brasil. Zion Suzuki tampil sebagai salah satu pemain penting dengan penyelamatan krusial yang menjaga posisi tim.
Tantangan terbesar Jepang adalah menghadapi lini depan Brasil yang penuh variasi. Vinicius tidak hanya mengandalkan kecepatan tetapi juga kemampuan menarik bek lawan keluar dari posisinya. Jika Jepang terlalu dalam bertahan mereka berisiko kehilangan kendali dan membiarkan Brasil menguasai pertandingan.
Kondisi Tim
Dari sisi Brasil kondisi Raphinha menjadi perhatian. Pemain Barcelona itu mengalami cedera hamstring dan belum kembali berlatih penuh. Ancelotti kemungkinan tetap mengandalkan susunan pemain yang sama dengan Rayan mendapat kesempatan tampil sejak awal bersama Vinicius Junior.
Vinicius juga membawa catatan istimewa. Ia menjadi salah satu pemain Brasil yang mampu mencetak gol dalam setiap pertandingan fase grup Piala Dunia. Sebelumnya catatan tersebut hanya dilakukan Jairzinho pada tahun 1970, Romario pada tahun 1994 serta Ronaldo dan Rivaldo pada tahun 2002. Semua edisi itu berakhir dengan Brasil menjadi juara dunia.
Jepang juga memiliki persoalan kebugaran. Ko Itakura harus meninggalkan pertandingan melawan Swedia lebih awal karena cedera sementara Takefusa Kubo diragukan tampil karena belum pulih sepenuhnya dari masalah lutut. ben/G-1
Perkiraan Formas
Brasil 4-2-3-1
Alisson
Danilo, Marquinhos, Gabriel, Santos
Guimaraes, Casemiro
Rayan, Paqueta, Vinicius Jr
Cunha
Jepang 3-4-2-1
Suzuki
Ito, Tomiyasu, Itakura
Doan, Sano, Tanaka, Nakamura
Kamada, Maeda
Ueda
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Senin, (29/6)
Afrika Selatan vs Kanada
02.00 WIB
Selasa, (30/6)
Brasil vs Jepang
00.00 WIB
Jerman vs Paraguay
03.30 WIB
Rabu, (1/7)
Pantai Gading vs Norwegia
00.00 WIB
Prancis vs Swedia
04.00 WIB
Belanda vs Maroko
08.00 WIB
Kamis, (2/7)
Belgia vs Senegal
03.00 WIB
Meksiko vs Ekuador
08.00 WIB
Inggris vs RD Kongo
23.00 WIB
Jumat, (3 /7)
Amerika Serikat vs Bosnia
dan Herzegovina
07.00 WIB
Spanyol vs Austria
02.00 WIB
Portugal vs Kroasia
06.00 WIB
Swiss vs Aljazair
10.00 WIB
Sabtu, (4/7)
Australia vs Mesir
13.00 WIB
Argentina vs Tanjung Verde
05.00 WIB
Kolombia vs Ghana
08.30 WIB
- Brasil
- Jepang
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Ancelotti Bawa Harapan Baru, Brasil Uji Kekuatan Maroko di Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Alarm Ekonomi Jepang! Hampir Separuh Perusahaan Belum Siap Hadapi Krisis Rantai Pasok
-
Maroko Dampingi Brasil Melaju ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Haiti 4-2
-
Jepang Gelontorkan US$3 Miliar dari Dana Cadangan untuk Subsidi Tagihan Energi
-
Hasil Pertandingan Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Lolos ke Babak 32 Besar Usai Hancurkan Skotlandia 3-0
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.