- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Siapkan Berbagai Opsi J...
AS Siapkan Berbagai Opsi Jika Iran Ingkari Janji
Jumat, 26 Jun 2026, 01:20 WIBWashington - Presiden Amerika Serikat Donald (AS) Trump memiliki berbagai opsi jika Iran menolak menyetujui ketentuan kesepakatan bersama, tetapi ia tetap lebih memilih jalur diplomasi, kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Kamis (25/6).
âPresiden memiliki banyak opsi yang dapat ia gunakan. Jika Iran mengingkari janjinya, atau jika Iran memutuskan tidak ingin mencapai kesepakatan, mari kita berharap itu tidak terjadi. Kami tidak menginginkan hal tersebut. Kami akan memberikan setiap kesempatan bagi diplomasi untuk berhasil,â kata Rubio kepada para wartawan.
Seperti dikutip dari Antara, Rubio menegaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran bukanlah kesepakatan final, itu hanya menciptakan kerangka kerja dan garis besar untuk negosiasi lebih lanjut, tambahnya.
Pada malam menuju 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman tersebut secara jarak jauh. Dokumen itu mengatur penghentian konflik militer yang dimulai pada 28 Februari.
Selain itu, dokumen tersebut juga menetapkan jadwal bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, serta bagi Iran untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Iran juga berkomitmen untuk tidak memperoleh senjata nuklir. Namun, isu mengenai program nuklir Iran akan diselesaikan melalui perjanjian terpisah. Kedua pihak dijadwalkan menggelar negosiasi mengenai masalah tersebut dalam waktu 60 hari.
Bagi Teheran, hasil yang diharapkan dari proses tersebut adalah pencabutan sanksi-sanksi yang selama ini diberlakukan terhadap Iran.
Pantau Gencatan Senjata
Di sisi lain, Rubio juga mengungkapkan keterlibatan langsung militer AS dalam memantau pelaksanaan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
âCENTCOM (Komando Pusat AS) kini tidak hanya bekerja bersama komando militer Israel, tetapi juga komando militer Lebanon," kata Rubio kepada para wartawan.
"Setiap kali terjadi insiden, kami tidak hanya menerima begitu saja laporan dari pihak lain. Kami dapat melihat langsung insiden tersebut dan menilai serta mengukur apa yang sebenarnya terjadi,â katanya menambahkan.
Rubio saat ini sedang melakukan kunjungan ke sejumlah negara di Timur Tengah untuk membahas berbagai isu regional.
Israel dan kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, dilaporkan telah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang dijadwalkan mulai berlaku pada 19 Juni 2026.
Namun, pada hari yang sama, seorang sumber lapangan militer Lebanon mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Israel masih melanjutkan serangan udara di wilayah selatan Lebanon.
Kedua negara saat ini sedang menjalani putaran baru perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Washington pada 23â25 Juni 2026.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump Menolak Hadir di Pertemuan Darurat G7 Paris
-
AS Roma Kalahkan Cagliari 2-0, Donyell Malen Jadi Pahlawan
-
Cuaca Hari Ini, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Berbagai Wilayah
-
Melewati Perlintasan Sebidang, Pakar Berkendara Tekankan Etika
-
UB Masuk Peringkat 601-800 THE Asia University Rankings 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.