- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Desak Meta Serahkan Mod...
AS Desak Meta Serahkan Model AI untuk Uji Keamanan Nasional
Jumat, 26 Jun 2026, 01:00 WIBJakarta â Pemerintah Amerika Serikat (AS) semakin meningkatkan pengawasan terhadap perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang dinilai memiliki dampak besar terhadap keamanan nasional, ekonomi, dan persaingan teknologi global. Salah satu langkah terbaru yang dilakukan adalah mendesak Meta, induk perusahaan Facebook, untuk menyerahkan model AI miliknya guna menjalani proses evaluasi sukarela oleh pemerintah sebelum digunakan secara lebih luas.
Menurut laporan The New York Times, pemerintah AS telah beberapa kali mengirimkan permintaan kepada Meta melalui surat elektronik. Tujuannya adalah agar perusahaan tersebut mengikuti mekanisme peninjauan yang telah diterapkan terhadap sejumlah pengembang AI besar lainnya.
Meta diketahui menjadi satu-satunya perusahaan teknologi besar di AS yang belum mencapai kesepakatan dengan pemerintah federal untuk secara sukarela membagikan model AI mereka guna dievaluasi sebelum dirilis secara luas. Padahal, sejumlah perusahaan lain telah lebih dahulu membuka akses terhadap model AI mereka untuk kepentingan pengujian keamanan.
Pemerintah AS ingin memperoleh akses lebih awal terhadap model-model AI mutakhir agar dapat menilai kemampuan teknologi tersebut sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi kerentanan yang mungkin muncul. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap industri AI yang berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir.
Juru Bicara Meta Francis Brennan menegaskan bahwa perusahaannya mendukung upaya pemerintah dalam memastikan pengembangan AI berlangsung secara aman sekaligus memperkuat posisi AS sebagai pemimpin global di bidang teknologi tersebut.
"Kami memiliki tujuan yang sama dengan pemerintahan Trump untuk memajukan kepemimpinan AS dalam pengembangan AI terdepan yang kuat dan aman. Saat ini kami masih membahas detail kerja samanya dan berharap dapat segera menandatangani kesepakatan tersebut," kata Brennan.
Meta sendiri meluncurkan model AI terbaru bernama Muse Spark pada April lalu. Model tersebut hadir dengan dua mode operasi, yaitu Instant dan Thinking. Mode Thinking memungkinkan sistem melakukan proses penalaran yang lebih mendalam sebelum menghasilkan jawaban sehingga mampu menangani tugas yang lebih kompleks.
Pemberian Akses
Sebelumnya, sejumlah perusahaan AI besar telah lebih dulu bekerja sama dengan pemerintah AS. OpenAI dan Anthropic diketahui telah mengizinkan pemerintah melakukan pengujian terhadap model-model AI yang belum dirilis ke publik. Sementara itu, Google DeepMind, Microsoft, dan xAI pada Mei lalu juga menyepakati pemberian akses awal terhadap model AI terbaru mereka untuk keperluan evaluasi keamanan nasional.
Peningkatan pengawasan ini didorong oleh kekhawatiran yang semakin besar di Washington mengenai potensi risiko dari sistem AI berkemampuan tinggi. Para pejabat keamanan nasional menilai teknologi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas berisiko, mulai dari serangan siber, penyebaran disinformasi, hingga penyalahgunaan untuk kepentingan militer.
Dengan memperoleh akses lebih awal terhadap model AI generasi terbaru, pemerintah berharap dapat mengidentifikasi ancaman yang mungkin muncul sebelum teknologi tersebut digunakan secara luas oleh masyarakat maupun sektor industri.
Langkah pengawasan tersebut diperkuat melalui kebijakan yang ditandatangani Trump pada 2 Juni lalu. Dalam perintah eksekutif tersebut, pemerintah membentuk kerangka kerja sukarela yang memungkinkan pengembang AI menyerahkan model AI mutakhir tertentu kepada pemerintah hingga 30 hari sebelum dirilis kepada mitra terpercaya atau publik.
Berdasarkan kebijakan itu, regulator diberi waktu hingga akhir Juli untuk menyusun mekanisme evaluasi yang lebih terstruktur. Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat melakukan penilaian terhadap aspek keamanan, potensi penyalahgunaan, serta dampak teknologi AI terhadap kepentingan nasional.
Di sisi lain, pemerintah AS juga menunjukkan sikap tegas terhadap perusahaan AI yang dianggap memiliki teknologi sensitif. Pada pertengahan Juni lalu, pemerintah memerintahkan Anthropic untuk menghentikan akses terhadap model AI paling canggihnya bagi warga negara asing dengan alasan keamanan nasional.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
1.201 Jamaah Haji Serang Siap Berangkat 2026, Semua Lolos Tes Kesehatan
-
AI Sebagai "Penyebab Munculnya" Celah Keamanan Siber
-
Belum Jalan, UU Perkeretaapian Meminta Operator Infrastruktur dan Sarana Terpisah
-
Tabungan SimPel Bank Mandiri Capai 966.000 Rekening per Maret 2026
-
Swiatek Mundur, Sabalenka Tetap Unggulan Utama
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.