Program Inseminasi Buatan Kerbau untuk Cegah Kepunahan
Kamis, 25 Jun 2026, 16:40 WIBDharmasraya -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) menyebutkan program inseminasi buatan (IB) kerbau menjadi solusi jangka panjang yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlanjutan populasi ternak itu di daerah setempat.
"Jangka panjang yang dapat dilakukan untuk menjaga kepunahan yakni melalui inseminasi buatan, dan ini memang perlu dukungan dari peternak juga," kata Kepala Dinas Pertanian Dharmasraya Lasmiati di Pulau Punjung, Rabu.
Ia mengakui bahwa program inseminasi di daerah itu selama ini hanya berfokus pada ternak sapi.
Oleh sebab itu, Pemkab Dharmasraya akan mengusulkan program inseminasi ternak kerbau ke Kementerian Pertanian.
Ia mengungkapkan penurunan populasi kerbau di daerah itu, seperti terjadi di Nagari Abai Siat, Kecamatan Koto Besar, karena berkurangnya padang gembala.
"Sehingga peternak membawa pulang dan dikandangkan dengan kapasitas kandang yang ada pun kecil," ujarnya.
Ia memastikan pemerintah daerah melalui UPT Pusat Kesehatan Hewan terus melakukan pemantauan kesehatan dan pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) secara berkala untuk menekan angka kematian ternak kerbau.
Pada kesempatan terpisah, peternak kerbau di Kabupaten Dharmasraya, mengingatkan pemerintah daerah untuk mengambil langkah antisipasi dalam menjaga keberlangsungan populasi kerbau di daerah itu.
Salah seorang peternak di Nagari (Desa Adat) Abai Siat Seok Harery mengatakan populasi kerbau di wilayah setempat mengalami penurunan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
"Khusus di wilayah saya kerbau terus berkurang, dibandingkan tahun 2015-an populasinya masih mencapai 200 ekor, saat ini tinggal sekitar 100 ekor. Artinya sepuluh tahun terakhir setengahnya sudah lenyap," ujarnya.
Menurut dia, prediksi populasi kerbau secara nasional punah pada 2031 bukan hal yang tidak mungkin jika melihat fakta lapangan saat ini.
Selain jumlah populasi yang berkurang, kata dia, tempat penggembalaan di Jorong Abai Siat, Nagari Abai Siat, Kecamatan Koto Besar di mana kandang-kandang kerbau yang dahulu cukup banyak saat ini sudah tidak ada lagi.
"Dulu di lokasi kami menggembala biasanya banyak peternak berkumpul saat sore hari, kandang-kandang yang dulu banyak sekarang sudah kosong," ujarnya.
Menurut dia, banyak faktor menyebabkan populasi kerbau terus berkurang, mulai dari alih fungsi teknologi yang dahulu kerbau sebagai pembajak sawah saat ini beralih menggunakan traktor.
Selain itu, katanya, alih fungsi lahan gembala menjadi area pemukiman dan perkebunan, pemotongan kerbau betina produktif, serta minat beternak kerbau yang saat ini rendah.
"Dan yang paling penting, kami peternak kerbau ini terkesan diabaikan selama ini, jangankan mendapat program bantuan, seingat saya ditanya pemerintah saja belum ada. Beda kalau kami yang bertanya ya," kata dia.
Oleh sebab itu, ia berharap, pemerintah daerah lebih memperhatikan keberadaan peternak kerbau di daerah itu.
"Yang ingin saya katakan, bahwa kami peternak kerbau masih ada di Dharmasraya, berikan jugalah kami perhatian. Ini kan tidak, selalu kami yang menjemput," ujarnya.
- Inseminasi Buatan
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.