International Geotourism Summit 2026 Jadi Panggung UKM Makassar Berburu Peluang Ekspor

Kamis, 25 Jun 2026, 15:35 WIB

MAKASSAR – Ajang International Geotourism Summit menjadi forum penting untuk mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berbasis pada pelestarian warisan geologi, budaya, dan lingkungan.

Kegiatan ini tidak hanya mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk bertukar gagasan dan praktik terbaik, tetapi juga memperkuat posisi geowisata sebagai instrumen pembangunan ekonomi daerah.

Ket. Foto: Ilustrasi - Produk UKM kuliner memiliki peluang pasar global seperti minuman markisa khas Sulawesi Selatan. — Sumber: ANTARA/Suriani Mappong

Melalui kolaborasi lintas sektor, summit ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi, memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, serta memastikan pemanfaatan sumber daya alam tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Ajang International Geotourism Summit (IGS) 2026 tidak hanya menjadi sarana promosi sektor pariwisata, tetapi juga mendorong produk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Makassar, Sulsel, untuk memperluas pasar hingga ke pasar global.

"Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan momentum penyelenggaraan IGS 2026 sebagai sarana memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah kepada para peserta dan delegasi dari berbagai negara," kata Wali kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Kamis (25/6).

Melalui kegiatan ini, lanjut dia, UKM lokal diberi kesempatan untuk menampilkan hasil karya terbaik yang mencerminkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi Sulawesi Selatan.

Beragam produk unggulan yang akan dipromosikan meliputi kerajinan tangan, kuliner khas, fesyen berbasis kearifan lokal, hingga produk ekonomi kreatif lainnya yang memiliki daya saing di pasar global.

Sementara, kehadiran peserta mancanegara diharapkan dapat membuka akses kerja sama bisnis dan peluang ekspor bagi para pelaku usaha.

Wali Kota Makassar menegaskan bahwa IGS 2026 merupakan momentum strategis untuk meningkatkan eksposur produk lokal. Selain memperkenalkan destinasi wisata, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat citra Makassar sebagai kota kreatif dan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Menurut dia, pelibatan UKM dalam agenda internasional merupakan langkah konkret untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan kualitas produk agar mampu memenuhi standar pasar global.

Dengan demikian, lanjut dia, manfaat penyelenggaraan IGS tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga sektor ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kota Makassar juga terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UKM melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, serta fasilitasi promosi.

Upaya tersebut dilakukan agar produk lokal semakin kompetitif dan mampu bersaing dengan produk dari daerah maupun negara lain.

Selain menjadi etalase produk unggulan daerah, IGS 2026 diharapkan mampu menarik minat investor untuk menanamkan modal di Makassar. Kehadiran investor berpotensi menciptakan peluang usaha baru dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berkembang di kota tersebut.

Para pelaku UKM menyambut positif rencana pelaksanaan IGS 2026.

Mustari salah seorang pelaku UKM menilai kegiatan berskala internasional ini dapat menjadi kesempatan berharga untuk memperluas relasi bisnis, meningkatkan penjualan, serta memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.