Dari Pekarangan ke Harapan, Petani Wanita Lebak Menginspirasi Generasi Muda

Kamis, 25 Jun 2026, 15:00 WIB

LEBAK – Di sela aktivitas sehari-hari, sejumlah petani wanita di Kabupaten Lebak, Banten, memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan kebun untuk menanam beragam jenis sayuran.

Dari cabai, kangkung, hingga sawi, tanaman yang tumbuh subur itu tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur keluarga, tetapi juga menjadi sumber tambahan pendapatan.

Ket. Foto: Petani wanita Kabupaten Lebak, Banten tengah merawat tanaman jahe yang ditanam di lahan pekarangan rumah. — Sumber: ANTARA/ Mansur

Bagi mereka, bertani bukan sekadar pekerjaan, melainkan cara menunjukkan bahwa lahan kecil pun dapat menghasilkan manfaat besar.

Melalui ketekunan tersebut, para petani wanita ini berharap dapat menginspirasi generasi muda agar tidak ragu menekuni sektor pertanian yang menjanjikan, sekaligus berkontribusi menjaga ketersediaan pangan di lingkungan sekitar.

"Kita mengapresiasi banyak kelompok wanita tani berhasil mengembangkan pertanian aneka sayuran," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar di Lebak, Kamis (25/6).

Para kelompok wanita tani tersebut mengembangkan budidaya tanaman aneka sayuran, seperti kangkung, buncis, cabai, kacang panjang, ketimun, faria juga jahe dan kunyit.

Mereka mengembangkan pertanian di lahan pekarangan rumah juga kebun dengan masa panen kebanyakan 40-50 hari setelah tanam, namun tanaman kunyit dan jahe bisa dipanen delapan bulan.

Kelompok wanita tani itu jika panen dijual melalui digital ke media sosial secara online juga ada dijual keliling.

Oleh karena itu, pihaknya minta generasi muda khususnya kaum milenial agar dapat menggeluti usaha pertanian, seperti kelompok wanita tani tersebut.

"Kami mengapresiasi kelompok wanita tani itu mampu mengelola usaha pertanian, sehingga dapat memenuhi ketersediaan pangan dan ekonomi," kata Rahmat.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Berdikari Kalanganyar Kabupaten Lebak Mama Marhamah mengatakan pihaknya di sini sejak 2018 mengembangkan pertanian komoditas sayuran, karena permintaan konsumen cukup tinggi.

Bahkan, pendapatan tanaman sayuran rata-rata Rp15 juta per musim panen.

Saat ini, jumlah anggota wanita di sini sebanyak 30 orang di Desa Pasir Kupa Kabupaten Lebak dan berdiri tahun 2018.

"Pengembangan pertanian yang dilakukan kaum wanita itu untuk membantu pendapatan suami, sehingga bisa mewujudkan kesejahteraan keluarga," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Meti, anggota wanita petani mengaku dirinya tertarik mengembangkan pertanian komoditas sayuran di lahan pekarangan dan kebun, setelah mendapat bantuan benih dari pemerintah daerah.

Saat ini, pendapatan ekonomi dari pertanian itu, selain bisa memenuhi ketersediaan pangan keluarga juga menyekolahkan anak pertama hingga perguruan tinggi swasta jurusan pertanian.

"Kami sekarang jika panen sayuran bisa menghasilkan pendapatan Rp10 juta," katanya menjelaskan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.