Buka Pelatihan di Gedung Wanita Betelalenok, TP PKK Pusat Latih Warga Belu Olah Pangan Kelor
Kamis, 25 Jun 2026, 16:20 WIBJAKARTA - Kelor asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki kandungan gizi tinggi bagi masyarakat. Pengembangan tanaman tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Staf Ahli Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Yane Ardian Bima Arya mengatakan kelor memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu produk unggulan NTT. Tanaman tersebut dinilai mampu memberikan manfaat ganda karena berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Pernyataan tersebut disampaikan Yane saat menghadiri Pelatihan Pengolahan Pangan Berbasis Kelor dalam Mendukung Gerakan Keluarga Cerdas Gizi yang berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok, Kabupaten Belu, NTT. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan pangan lokal yang kaya nutrisi untuk mendukung kesehatan keluarga.
"Mari kita jadikan kelor sebagai salah satu komoditas unggulan NTT. Terus kita gaungkan ya, Bapak-Ibu semua! Sekaligus berkontribusi dalam upaya mewujudkan keluarga yang sehat, kuat, dan bebas stunting melalui konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman," kata Yane.
Menurutnya, kelor yang tumbuh di wilayah NTT memiliki keunggulan dibandingkan kelor dari sejumlah daerah lainnya. Kondisi tanah yang kering serta iklim yang cukup ekstrem membuat kandungan nutrisi tanaman tersebut menjadi lebih padat dan kaya manfaat.
Karena potensi tersebut, TP PKK Pusat memberikan pelatihan kepada masyarakat, khususnya para ibu, agar mampu mengoptimalkan pemanfaatan kelor dalam kehidupan sehari-hari. Selain dikonsumsi secara langsung, kelor juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah yang memiliki peluang pasar cukup besar.
"Terbaik, salah satu terbaik di dunia. Jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan sangat baik. Jadi, selain mudah dibudidayakan di sini, kelor memiliki kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan," lanjutnya.
Meski memiliki kandungan gizi yang tinggi, Yane mengingatkan masyarakat agar tidak hanya bergantung pada kelor sebagai satu-satunya sumber nutrisi. Pola makan yang sehat tetap harus didukung dengan konsumsi protein hewani seperti ikan, telur, dan susu untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara seimbang.
Ia menjelaskan bahwa protein hewani mengandung berbagai zat penting yang dibutuhkan tubuh, seperti asam amino esensial, zat besi, seng, dan vitamin B12. Kandungan tersebut memiliki peran besar dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak, termasuk dalam upaya pencegahan stunting.
"Kita tidak hanya belajar mengenai budidaya dan pengolahan kelor menjadi produk yang bernilai tambah, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang bagi keluarga," tambahnya.
Lebih lanjut, Yane menilai pengembangan kelor dapat memberikan dampak yang luas bagi masyarakat NTT. Selain membantu meningkatkan kualitas gizi keluarga, komoditas tersebut juga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.
Potensi tersebut perlu didukung melalui budidaya yang berkelanjutan serta pengembangan berbagai produk olahan berbasis kelor yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Dengan cara itu, manfaat kelor tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga dari sisi ekonomi masyarakat.
"Semoga pelatihan ini berjalan dengan lancar, memberikan manfaat yang besar bagi peserta, dan menjadi langkah nyata dalam pengembangan potensi kelor di Nusa Tenggara Timur," harap Yane.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Belu Lidwina Viviawaty Ng Lay, Founder Timor Moringa Meybi Agnesya sebagai narasumber, serta jajaran pengurus TP PKK Pusat dan TP PKK Kabupaten Belu. Kehadiran berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan kelor sebagai komoditas unggulan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- khasiat daun kelor
- daun kelor
- Cegah Stunting
- Ekonomi Masyarakat
- Komoditas Unggulan
- Ketahanan Pangan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Banggai Kepulauan Gandeng KKP, Dorong Kesejahteraan Nelayan dan Ekonomi Pesisir
-
Resep Hidangan Sehat Kaya Nutrisi dari Bahan Daun Kelor
-
Terungkap! Real Madrid Sempat Rayu Zidane Sebelum Pilih Arbeloa, Kenapa Ditolak?
-
Menteri PPN/Bappenas : PTPN I (Persero) Domain Ketahanan Pangan dan Energi
-
Tanker Honour 25 Dibajak di Somalia, Kerja Sama Internasional Dibutuhkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.