Sentimen The Fed Masih Dominan, 24 Juni 2026

Rabu, 24 Jun 2026, 08:35 WIB

JAKARTA – Rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan tengah pekan ini seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar dalam mencermati arah kebi­jakan moneter Amerika Serikat (AS). Ketidakpastian me­ngenai waktu dan besaran penyesuaian suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) mendorong investor untuk mempertahankan posisi pada aset berbasis dollar yang dinilai lebih aman dan menawarkan imbal hasil menarik. 

Pengamat mata uang dari Doo Financial Future, Luk­man Leong melihat kekhawatiran prospek kenaikan suku bunga The Fed memicu sentimen risk off global sehingga menekan mata uang di negara berkembang, termasuk ru­piah. Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang an­tarbank, Rabu (24/6), bergerak di kisaran 17.800 – 17.900 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (23/6) sore, melemah 16 poin atau 0,09 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.859 rupiah per dollar AS. “Pelemahan rupiah terjadi seiring pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS),” ujar Research and Deve­lopment Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa.

Dia menambahkan tekanan terhadap rupiah masih ber­asal dari penguatan dollar AS, meskipun pelemahannya diperkirakan tidak terlalu dalam karena sebagian sentimen global mulai menunjukkan perbaikan.

Indeks Dollar AS (DXY) disebut bertahan di sekitar le­vel 101,00 seiring ekspektasi bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.