Maroko vs Haiti: Singa Atlas Selangkah Lagi ke Babak Gugur Piala Dunia 2026

Rabu, 24 Jun 2026, 08:00 WIB

ATLANTA – Maroko dan Haiti akan menutup perjalanan mereka di Grup C Piala Dunia 2026 dengan pertemuan di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (25/6) pagi WIB. Bagi Maroko, pertandingan ini menjadi kesempatan mengamankan tiket babak gugur, sementara Haiti hanya akan bermain demi menjaga harga diri setelah dipastikan tersingkir.

The Atlas Lions berada dalam posisi kuat setelah mengoleksi empat poin dari dua pertandingan awal menghadapi Brasil dan Skotlandia. Hasil tersebut membuat Maroko berpeluang lolos ke fase gugur secara beruntun untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Ket. Foto: Ilustrasi selebrasi pemain timnas Maroko. — Sumber: AFP

Maroko tampil meyakinkan sejak laga pembuka ketika mampu menahan imbang Brasil 1-1. Pada pertandingan kedua, mereka mengalahkan Skotlandia 1-0 berkat gol cepat Ismael Saibari yang tercipta hanya 70 detik setelah pertandingan dimulai.

Gol tersebut menjadi penentu kemenangan sekaligus memperpanjang tren positif tim asuhan Mohamed Ouahbi.

Dalam kemenangan atas Skotlandia, Maroko mencatat dominasi penguasaan bola dengan 601 operan sukses. Jumlah itu menjadi rekor terbanyak bagi tim Afrika dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966.

Berada di peringkat keenam dunia versi FIFA, di atas sejumlah negara besar seperti Portugal, Belanda, dan Jerman, Maroko hanya membutuhkan kemenangan untuk memastikan finis di dua besar Grup C.

Namun, hasil imbang bahkan kekalahan masih bisa membawa mereka lolos jika Skotlandia gagal mengalahkan Brasil.

Setelah menjadi semifinalis mengejutkan pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka belum kalah dalam enam pertandingan fase grup terakhir di Piala Dunia dengan catatan tiga kemenangan dan tiga imbang.

Selain itu, mereka juga sedang menjalani rekor luar biasa, yakni 31 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi dengan 26 kemenangan dan lima hasil imbang.

Berbeda dengan Maroko, Haiti sudah dipastikan tidak bisa melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Tim Karibia tersebut menjadi negara dengan peringkat FIFA terendah di turnamen ini, yakni posisi ke-87. Mereka masih mencari poin pertama sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia setelah kembali menelan dua kekalahan di Grup C.

Haiti kalah tipis 0-1 dari Skotlandia pada laga pertama, sebelum menyerah 0-3 kepada Brasil pada pertandingan kedua. Kekalahan tersebut membuat mereka menjadi tim pertama yang secara matematis tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Laga melawan Maroko kini hanya menjadi kesempatan bagi skuad asuhan Sebastien Migne untuk mengakhiri turnamen dengan penampilan terbaik.

Jika kembali kalah, Haiti akan menyamai catatan buruk El Salvador sebagai tim yang menjalani enam pertandingan Piala Dunia dengan rekor kekalahan 100 persen.

Mereka juga berpotensi menjadi tim ketiga dari zona CONCACAF yang menyelesaikan fase grup Piala Dunia tanpa poin dan tanpa gol, mengikuti jejak El Salvador 1970 dan Kanada 1986.

Haiti belum pernah menghadapi Maroko sebelumnya. Pertemuan terakhir mereka dengan tim Afrika terjadi pada Maret lalu ketika kalah 0-1 dari Tunisia dalam laga persahabatan.

Berita Tim

Maroko tidak memiliki masalah cedera baru. Pelatih Mohamed Ouahbi kemungkinan mempertahankan susunan pemain yang sama untuk pertandingan ketiga secara beruntun.

Ismael Saibari dan pemain Real Madrid, Brahim Diaz, diperkirakan tetap menjadi tumpuan lini serang.

Pemain muda Ayyoub Bouaddi yang tampil impresif sepanjang turnamen kemungkinan kembali dipercaya mengisi lini tengah bersama Neil El Aynaoui dan Azzedine Ounahi.

Sementara itu, Sofyan Amrabat kemungkinan kembali memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Kapten Achraf Hakimi yang baru saja menjadi juara Liga Champions bersama Paris Saint-Germain diprediksi mencatat penampilan ke-99 bersama tim nasional.

Ia akan memimpin lini belakang bersama Chadi Riad, Issa Diop, dan Noussair Mazraoui untuk melindungi kiper Yassine Bounou.

Dari kubu Haiti, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Duckens Nazon dengan koleksi 44 gol masih diragukan tampil karena masalah kebugaran.

Pelatih Migne tidak memiliki kendala cedera lain dan kemungkinan kembali menggunakan formasi 4-4-2 setelah sebelumnya memakai skema lima bek saat melawan Brasil.

Penyerang Sunderland, Wilson Isidor, berpeluang mendampingi Frantzdy Pierrot di lini depan.

Perkiraan Susunan Pemain

Maroko:

Bono; Hakimi, Diop, Riad, Mazraoui; El Aynaoui, Bouaddi; Diaz, Ounahi, El Khannouss; Saibari.

Haiti:

Placide; Arcus, Delcroix, Ade, Experience; Deedson, Bellegarde, Jean Jacques, Providence; Isidor, Pierrot.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.