Tren Hidup Sehat Melejit, UMKM Didorong Masuk Sektor Kebugaran dan Kecantikan
Jumat, 05 Jun 2026, 22:15 WIBJAKARTA â Wisata kesehatan dan kebugaran (wellness tourism) semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat.
Jenis wisata ini tidak hanya menawarkan pengalaman rekreasi, tetapi juga layanan yang berfokus pada pemulihan kesehatan fisik dan mental, seperti spa, terapi tradisional, yoga, hingga wisata alam yang mendukung relaksasi.
Dari sisi ekonomi, wisata kesehatan memiliki nilai tambah yang tinggi karena mampu menarik wisatawan dengan durasi tinggal dan tingkat pengeluaran yang lebih besar dibanding wisata konvensional.
Dengan dukungan fasilitas berkualitas, tenaga profesional, dan kekayaan sumber daya alam serta budaya lokal, wisata kesehatan berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan baru bagi sektor pariwisata.
Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menilai sektor wisata kesehatan dan kebugaran (wellness) dan kecantikan menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global.
Saat membuka Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo 2026 di Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (5/6), Helvi mengajak pelaku UMKM memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk mengembangkan produk-produk kesehatan dan kecantikan bernilai tambah tinggi.
âPotensi kekayaan alam yang dimiliki berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bali, sangat menjanjikan untuk dikembangkan menjadi produk wellness dan beauty yang berkualitas. Potensi ini dapat menjadi kekuatan Indonesia untuk tampil sebagai pusat wisata gaya hidup dan kesehatan kelas dunia,â kata Helvi dalam keterangan pers.
Menurut dia, Indonesia memiliki keunggulan berupa kekayaan biodiversitas yang besar, dengan lebih dari 30.000 spesies tanaman yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk perawatan tubuh, kecantikan, terapi herbal, hingga layanan kebugaran.
Helvi mengatakan pelaku UMKM memiliki peluang untuk mengombinasikan bahan-bahan alami tersebut dengan inovasi dan teknologi modern sehingga mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar pasar internasional.
Ia menambahkan perkembangan industri kecantikan lokal dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan produk Indonesia semakin mampu bersaing di pasar global.
âHal ini terlihat dari pertumbuhan merek kecantikan lokal yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu yang tercepat di Asia Tenggara. Ini menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang semakin diakui,â ujarnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) UMKM, Indonesia memiliki lebih dari 57 juta UMKM. Sebanyak 92.689 di antaranya bergerak di sektor gaya hidup sehat dan kecantikan.
Sementara itu, data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan nilai industri kosmetika nasional mencapai Rp35,6 triliun pada 2025 dan diperkirakan terus meningkat.
Adapun lembaga riset Inkwood Research mencatat pasar kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia menghasilkan nilai ekonomi lebih dari Rp161 triliun pada periode yang sama.
Potensi tersebut semakin diperkuat oleh data Global Wellness Institute yang menempatkan Indonesia sebagai pasar wellness economy terbesar ketujuh di kawasan Asia-Pasifik dengan nilai lebih dari Rp1.000 triliun pada 2024.
Menurut Helvi, besarnya potensi pasar tersebut menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran, baik di dalam maupun luar negeri.
âPotensi ekonomi yang sangat besar ini merupakan peluang emas bagi pengusaha UMKM untuk memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional,â katanya.
Untuk mendukung pengembangan sektor tersebut, Helvi menyampaikan Kementerian UMKM terus memperkuat pembinaan dan pendampingan melalui berbagai program, antara lain SAPA UMKM dan Holding UMKM.
Selain itu, kementerian juga menjalin kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, perguruan tinggi, serta perbankan untuk memperkuat ekosistem usaha wellness dan beauty.
- UMKM
- Wisata Kebugaran
- Wellness Tourism
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
UMKM Dibina untuk Makin Mandiri
-
Atap Terminal Bandara Soetta Rusak akibat Cuaca Ekstrem
-
Open Ship KRI Bima Suci Ramaikan Kartika Jala Krida 2026, Libatkan 23 Negara
-
Pemprov Kaltim Jamin Tak Ada PHK pada 11.881 PPPK, meski Ada Efisiensi
-
Hasil Liga Italia: Juventus Taklukkan Genoa, Spalleti Puji Cara Main Skuadnya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.