Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Minggu, 02 Agu 2026, 20:15 WIB

MOSKOW – Gawat terus bertambah. Jumlah migran yang tewas saat mencoba memasuki wilayah kantong Spanyol di Ceuta, Afrika Utara, dari Maroko mencapai 90 orang, menurut laporan stasiun radio Cadena Ser pada Minggu, mengutip beberapa sumber.

Aparat penegak hukum Spanyol telah menemukan 74 jenazah, sementara pihak berwenang Maroko telah menemukan 16 jenazah lainnya, menurut laporan tersebut.

Ket. Foto: Para migran tanpa dokumen—sebagian besar pria muda—yang memasuki wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, secara ilegal mulai kembali ke Maroko setelah menyadari kecilnya peluang mereka untuk mendapatkan status legal di Spanyol (31/7). — Sumber: Antara foto/Anadolu Agency

Pada akhir Juli, Ceuta mengalami gelombang migran dalam jumlah besar dari Maroko. Pada Jumat, walikota-presiden Ceuta, Juan Jesus Vivas, mengatakan sekitar 60.000 orang telah memasuki kota dari Maroko dalam satu hari.

Kerusuhan pun pecah di tengah krisis tersebut, serta tambahan unit polisi, Garda Sipil, dan militer dikerahkan.

Ceuta adalah daerah kantong Spanyol di pantai utara Afrika, terletak di perbatasan dengan Maroko.

Bersama dengan Melilla, Ceuta membentuk satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika dan dianggap sebagai salah satu jalur utama migrasi ilegal ke Uni Eropa.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.