Dari Lokal ke Internasional! Waralaba Kuliner Ini Buktiin Inovasi Bisa Buka 562 Gerai

Senin, 22 Jun 2026, 16:55 WIB

JAKARTA– Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi pelaku usaha waralaba lokal yang terus berinovasi untuk meningkatkan daya saing. Ia menilai inovasi menjadi langkah strategis untuk menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan.

“Kemendag berkomitmen mendorong pertumbuhan kewirausahaan nasional melalui pengembangan usaha waralaba dan kemitraan, terutama bagi merek-merek lokal yang berpotensi berkembang,” ujar Mendag Budi Santoso saat membuka gerai Pak Gembus Spot (+) di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/6).

Ket. Foto: Menteri Perdagangan Budi Santoso saat membuka gerai Pak Gembus Spot (+) di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/6) — Sumber: istimewa

Dalam peresmian tersebut, Mendag didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal S. Shofwan. Hadir pula CEO Ayam Gepuk Pak Gembus Westi Fitriani dan Direktur Operasional Maria Barnomo.

“Kami melihat inovasi waralaba, khususnya di sektor kuliner, sebagai langkah strategis untuk menjawab perubahan preferensi konsumen. Langkah ini sekaligus memperkuat daya saing usaha di tengah persaingan industri kuliner yang semakin kompetitif,” kata Mendag Budi.

Ayam Gepuk Pak Gembus menjadi salah satu contoh waralaba kuliner lokal yang konsisten menghadirkan terobosan baru. Tahun ini, merek tersebut meluncurkan Pak Gembus SPOT (+) dengan konsep modern, pelayanan cepat, dan menu yang mengikuti tren kuliner urban. Inovasi ini melanjutkan kesuksesan Pak Gembus Signature yang diluncurkan pada 2025.

Saat ini Ayam Gepuk Pak Gembus telah memiliki 460 gerai di dalam negeri dan 102 gerai di Malaysia. Seluruh gerai di Malaysia tetap menggunakan bumbu yang didatangkan dari Indonesia. Di negara tersebut, Ayam Gepuk Pak Gembus tercatat dalam Malaysia Book of Records untuk lima kategori, termasuk merek “Ayam Gepuk” bersertifikasi halal pertama dan jaringan food chain “Ayam Gepuk” terbesar di Malaysia.

Mendag Budi menambahkan, salah satu bentuk dukungan Kemendag bagi waralaba lokal adalah Program Pendampingan Waralaba Nasional (PWN) periode 2021–2025. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan skala usaha melalui perbaikan sistem, manajemen, dan operasional bisnis.

Ayam Gepuk Pak Gembus merupakan salah satu alumni sukses PWN pada 2021. Melalui pendampingan tersebut, perusahaan berhasil memperoleh Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) resmi pada 3 Desember 2021.

Mendag Budi menyebut rasio kewirausahaan Indonesia saat ini berada di kisaran 3,29% dari total angkatan kerja. Untuk menjadi negara maju, rasio tersebut perlu ditingkatkan hingga 10–12%. 

“Waralaba merupakan salah satu model bisnis yang terbukti efektif mendorong lahirnya wirausaha baru. Melalui sistem yang telah teruji, waralaba memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memulai usaha dengan risiko lebih terukur dan peluang keberhasilan lebih besar,” ujarnya.

Kemendag, lanjut Budi, tidak hanya fokus menciptakan ekosistem bisnis yang adil dan berkelanjutan di dalam negeri, tetapi juga mendorong ekspansi ke pasar global. Dukungan diberikan melalui fasilitasi promosi, diplomasi dagang, hingga penyediaan informasi pasar strategis di luar negeri.

Pendiri Ayam Gepuk Pak Gembus, Rido Nurul Adityawan, mengapresiasi dukungan berkelanjutan Kemendag. Ia berharap pemerintah terus menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha waralaba.

“Harapan kami, pemerintah terus hadir melalui kemudahan regulasi, akses pembiayaan, maupun pendampingan pengembangan usaha. Bagi kami, waralaba bukan hanya bisnis, tetapi juga cara menciptakan peluang, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi bangsa,” kata Rido.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.