Ongkir Ditanggung Negara, Bapanas Banjiri Indonesia Timur dengan Bahan Pokok
Selasa, 28 Apr 2026, 09:42 WIBJAKARTA â Pemerintah mempercepat upaya menekan disparitas harga pangan antarwilayah, khususnya di Indonesia bagian timur yang masih menghadapi harga lebih tinggi dibanding daerah lain. Meski secara nasional pasokan dan harga pangan relatif stabil di pekan terakhir April 2026, komoditas seperti daging ayam ras, gula konsumsi, dan minyak goreng tetap bertahan di level tinggi di sejumlah daerah.
Untuk itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat intervensi lewat program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Fokus utamanya mengalirkan pasokan dari daerah surplus ke wilayah defisit, terutama kawasan timur Indonesia yang punya tantangan geografis dan logistik lebih rumit.
âKami persilakan teman-teman Dinas Pangan maupun Dinas Perdagangan barangkali diperlukan dukungan untuk subsidi transportasi. Prinsipnya Badan Pangan Nasional bisa memfasilitasi itu semuanya, bahkan minggu kemarin mengirimkan juga ke Kota Tual, Maluku untuk pendistribusian beras yang memang di sana harganya tercatat masih tinggi,â kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Kemendagri, Senin (27/4).
Data Bapanas per 27 April 2026 mencatat total mobilisasi pangan melalui FDP mencapai 44.416 kg. Mayoritas diarahkan untuk meredam tekanan harga di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.
Beras menjadi komoditas utama intervensi dengan volume 32.500 kg. Pengiriman terbesar ditujukan ke kawasan timur, yakni dari Sulawesi Selatan ke Kota Tual, Maluku sebanyak 25.000 kg, sebagai langkah strategis menekan harga beras yang masih tinggi di sana. Distribusi lain menyasar daerah terpencil seperti Kabupaten Mahakam Ulu dari Samarinda 2.000 kg, serta penguatan pasokan di perkotaan lewat Kios Pangan Cipayung 5.500 kg.
Selain beras, Bapanas juga mempercepat distribusi cabai rawit merah sebanyak 5.590 kg dari Kabupaten Enrekang ke berbagai titik konsumsi, termasuk Lombok Tengah dan Lombok Timur. Untuk protein hewani, mobilisasi sapi hidup mencapai 5.126 kg dari Lampung ke Kepulauan Riau. Minyak goreng 1.200 kg dikirim ke Mahakam Ulu untuk menjaga keterjangkauan harga.
Skema FDP dibuat adaptif dengan melibatkan offtaker yang menyerap pasokan langsung dari sentra produksi. Distribusi didukung jaringan logistik dari swasta, mandiri, hingga BUMN Pangan agar lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran, terutama di wilayah dengan hambatan distribusi tinggi.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah memastikan masyarakat di wilayah timur Indonesia mendapat akses pangan dengan harga adil dan terjangkau. Bapanas menekankan bahwa stabilitas pangan bukan hanya isu nasional, tetapi juga soal keadilan distribusi hingga ke daerah terluar, terdepan, dan tertinggal.
- Kawasan Indonesia Timur
- Subsidi Pangan
- Harga Pangan
- Badan Pangan Nasional (Bapanas)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Solok Punya Peran Strategis, Produksi Bawang 500 Ton Per Hari, Surplus 16 Juta Ton Beras
-
Ringankan Beban Peternak Layer, Bapanas Pastikan Stok SPHP Jagung di Jatim Aman
-
Bapanas Kawal Kesepakatan Serap Telur Peternak Jatim, SPPG Gunakan Menu Telur Minimal 3 Kali Sepekan
-
Harga Pangan Siang Ini, Cabai Rawit Merah Rp80.000/Kg, Telur Ayam Rp30.550/Kg
-
Sejumlah Harga Bahan Pangan Alami Kenaikan di Pasar Senen Jakarta
-
Warga Panik karena Harga-harga Naik
-
Harga Cabai Sudah Mencapai Rp90.000
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.