Sensus Ekonomi 2026: Pemkab Kulon Progo dan BPS Resmi Terjunkan 637 Petugas Lapangan

Minggu, 21 Jun 2026, 21:59 WIB

KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis untuk memetakan potensi ekonomi daerah dan menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, Minggu (21/6.

"Data yang terkumpul nantinya menjadi pijakan utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang berbasis data riil di lapangan. Partisipasi masyarakat adalah kunci keberhasilan pendataan ini," kata Achmad Johan.

Ket. Foto: Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kulon Progo. — Sumber: ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo

Untuk wilayah Kulon Progo, pendataan dijadwalkan berlangsung selama periode Mei hingga Agustus 2026. Sebanyak 562 petugas pencacah lapangan dan 75 petugas pendukung telah diterjunkan ke seluruh wilayah untuk melakukan verifikasi data.

"Untuk memastikan keamanan dan validitas data, seluruh petugas dilengkapi dengan atribut resmi berupa rompi, tanda pengenal, serta surat tugas dari BPS," katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala BPS Daerah Istimewa Yogyakarta Endang Tri Wahyuningsih mengajak masyarakat menyukseskan sensus dengan menerapkan prinsip "TIR" (Terima petugas, Isi data dengan benar, dan Rahasia terjaga).

"Kami menjamin kerahasiaan data yang diberikan masyarakat. Kami berharap warga memberikan informasi yang jujur dan lengkap agar potret ekonomi yang dihasilkan akurat dan dapat menjadi landasan pembangunan yang lebih baik ke depan," kata Endang.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menekankan bahwa capaian pembangunan daerah, termasuk sektor pariwisata dan kewirausahaan, memerlukan dukungan data statistik yang mutakhir.

"Sensus Ekonomi ini adalah milik kita bersama. Semakin akurat data yang diberikan masyarakat, semakin presisi pula kebijakan yang dirancang pemerintah untuk mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kulon Progo," kata Bupati.

Kegiatan pencanangan ditandai dengan pembunyian sirine secara simbolis oleh Bupati Kulon Progo bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan BPS, disusul dengan penyematan atribut kepada perwakilan petugas sensus sebagai penanda dimulainya operasi lapangan secara serentak.

"Kami berharap Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi momentum kolaborasi kolektif untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat," katanya.

  • kulon progo
  • sensus ekonomi 2026
  • ekonomi yogyakarta
  • bps kulon progo

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.