- Home
-
- Luar Negeri
-
- Lebanon Babak Belur, 18 Pe...
Lebanon Babak Belur, 18 Persen Wilayah Jadi Puing Reruntuhan Perang
Minggu, 21 Jun 2026, 20:27 WIBBEIRUT - Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Kamis (18/6) mengatakan perang yang terjadi baru-baru ini telah menghancurkan sekitar 68.000 unit perumahan dan merusak hampir 18 persen wilayah Lebanon, menggarisbawahi besarnya tantangan yang dihadapi negara tersebut dalam upayanya melakukan pemulihan serta reformasi.
Aoun melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah pertemuan dengan delegasi asing, menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kepresidenan Lebanon.
Aoun menyebutkan Lebanon masih menanggung dampak perang tersebut. Menurutnya, perang tersebut telah menewaskan lebih dari 3.500 orang, termasuk 245 anak-anak, melukai 11.000 lainnya, dan memaksa sekitar 1 juta orang mengungsi.
Sejumlah korban bahkan masih tertimbun di bawah reruntuhan.
Dia menuturkan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi pada target-target militer, tetapi juga meluas ke bangunan tempat tinggal, jalan, fasilitas listrik, infrastruktur air, sekolah, dan rumah sakit, mempersulit kembalinya warga yang mengungsi sebelum upaya rekonstruksi dimulai.
Selain itu, Aoun juga menegaskan kembali komitmen pemerintahannya terhadap reformasi ekonomi, keuangan, administrasi, dan peradilan.
Israel dan Hizbullah di Lebanon telah memasuki putaran baru bentrokan sejak 2 Maret. Meski kesepakatan gencatan senjata telah dicapai pada April, Israel masih terus melancarkan serangan di Lebanon selatan. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
PDRC, Revolusi Pendinginan Pasif Tanpa Energi di Tengah Krisis Iklim
-
Gempa Bumi M6,2 Mengguncang Hokkaido Jepang Senin Pagi, Tak Berpotensi Tsunami
-
Indonesia Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tentara UNIFIL Asal Prancis di Lebanon
-
Resmi Dibuka, DXI 2026 Perkuat Ekosistem Olahraga Petualangan
-
Planetarium Jakarta Ajak Warga Piknik Malam Sambil Intip Bulan dan Jupiter Secara Gratis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.