Harga Kebutuhan Pokok di Singaraja Stabil setelah Galungan
Minggu, 21 Jun 2026, 10:28 WIBSINGARAJA â Harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, mulai menunjukkan tren stabil setelah rangkaian Hari Suci Perayaan Galungan, peringatan hari kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan) menurut agama Hindu.
Pantauan di Pasar Banyuasri dan Pasar Anyar, Sabtu (20/6), menunjukkan harga beberapa komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, bawang putih, telur ayam, dan daging ayam relatif stabil dibandingkan saat menjelang Galungan.
Meski masih terdapat fluktuasi pada beberapa jenis sayuran, namun pergerakannya dinilai tidak signifikan dan pasokan dari distributor tetap lancar.
Salah seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Banyuasri, Made Sulastri, mengatakan harga cabai rawit yang sempat mengalami kenaikan menjelang Galungan kini mulai turun dan kembali mendekati harga Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kilogram.
Menurutnya, permintaan masyarakat sudah berkurang sehingga harga di tingkat pedagang menjadi lebih terkendali.
"Menjelang Galungan kemarin permintaan sangat tinggi sehingga harga beberapa komoditas naik. Sekarang sudah mulai normal, pasokan juga lancar sehingga harga lebih stabil. Pembeli masih ada, tetapi tidak seramai sebelum hari raya," ujarnya.
Ia menambahkan, harga bawang merah dan bawang putih juga mulai turun di kisaran harga Rp40 ribu per kilogram.
"Sebelum Galungan di sini bisa mencapai Rp50 ribu per kilogram baik bawang merah maupun bawang putih," kata dia.
Hal senada disampaikan pedagang telur dan sembako di Pasar Banyuasri, I Ketut Suarda yang menjelaskan harga telur ayam yang sebelumnya mengalami kenaikan akibat meningkatnya kebutuhan rumah tangga kini berangsur stabil di kisaran Rp50 ribu untuk satu kerat isian 30 buah.
Menurutnya, kondisi tersebut memberikan kepastian bagi pedagang maupun konsumen dalam melakukan transaksi. "Penjualan kembali normal sehingga harga mulai stabil," kata dia.
Sementara itu, di Pasar Anyar Singaraja, aktivitas jual beli juga berlangsung lebih tenang dibandingkan beberapa hari sebelum Galungan. Pedagang sayuran, Ni Luh Erni, mengatakan harga berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, dan kacang panjang cenderung stabil karena pasokan dari petani lokal kembali normal.
"Biasanya setelah hari raya permintaan turun, sehingga harga lebih terkendali. Saat ini pasokan dari petani cukup banyak dan distribusi juga tidak mengalami kendala sehingga harga relatif stabil," katanya.
Pedagang daging ayam di Pasar Anyar, Komang Budi, menjelaskan harga ayam potong yang sempat naik akibat tingginya kebutuhan masyarakat kini mulai turun di kisaran harga Rp40 ribu per kilogram.
"Harga ayam per kilo kembali stabil. Kecuali dada lebih mahal sedikit di kisaran Rp45 ribu per kilogram," papar dia.
Ia menyebut kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi konsumen yang kembali berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari setelah pengeluaran meningkat selama rangkaian hari raya.
Menurut para pedagang, stabilitas harga juga didukung oleh ketersediaan stok yang mencukupi dari distributor dan petani lokal. Selain itu, cuaca yang relatif baik dalam beberapa pekan terakhir turut membantu kelancaran distribusi bahan pangan ke pasar-pasar tradisional di wilayah Buleleng.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Peringatan Hari Bumi, Waste4Change Gelar Diskusi Pengelolaan Sampah di Indonesia
-
Penumpang Whoosh Lebaran 2026 Diprediksi Capai 301 Ribu, Naik 4 Persen dari 2025
-
DPR Minta Pemerintah Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Tepat Sasaran
-
Hadapi Ketidakpastian Global, Pemerintah Terapkan “Survival Mode” Ekonomi
-
Gubernur Jawa Barat Turun ke Ciremai, Penambangan Disetop dan Warga Disiapkan Jadi Penjaga Hutan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.