• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Peringatan Hari Bumi, Wast...

Peringatan Hari Bumi, Waste4Change Gelar Diskusi Pengelolaan Sampah di Indonesia

Selasa, 21 Apr 2026, 10:40 WIB


JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Waste4Change bersama Sustainabilitas menggelar forum diskusi terbatas bertajuk "Refleksi Hari Bumi: Meninjau Ulang Sistem Pengelolaan Sampah Indonesia".

Forum ini bertujuan untuk memperkaya perspektif serta mendorong lahirnya rekomendasi solusi yang holistik dan strategis, khususnya dalam menjawab persoalan sistem, tata kelola, dan implementasi kebijakan di tingkat daerah.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Turut hadir dalam diskusi ini Muhammad Bijaksana Junerosano (Founder & Chief Executive Officer Waste4Change) yang akrab dipanggil Sano, Fazlur Rahman Hassan (Affiliated Expert Sustainabilitas - Center for Sustainability Studies, Universitas Harkat Negeri), serta Nadia Sofia Habibie (Sekretaris Dewan Pengurus The Habibie Center).

"Saat ini sekitar 60-70% sampah di Indonesia masih berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), baik yang dikelola secara sanitary landfill maupun terbuka, tanpa pengolahan lanjutan yang optimal," kata Seno di Jakarta, Senin (20/4).

Ia juga mengatakan bahwa ini masih banyak miskonsepsi yang masih umum terjadi di masyarakat yang berbeda dengan yang terjadi di lapangan yang berbeda dengan yang terjadi di lapangan.

Seperti, tambah Seno, anggapan bahwa yang penting sampah diangkut, lalu daur ulang adalah solusi utama walaupun faktanya tidak semua sampah dapat didaur ulang, dan pengelolaan sampah sepenuhnya tanggung jawab pemerintah padahal ada banyak pihak yang terlibat, serta pemilahan cukup dilakukan di TPA, taktanya pemilahan di TPA masih terbatas dan belum optimal karena sampah banyak yang tercampur.

"Sampah yang Waste4Change kelola kurang dari 1% dari total sampah di Indonesia selama hampir 12 tahun berdiri. Penyelesaian masalah sampah harus dilihat secara menyeluruh, tidak hanya sebagai sesuatu yang perlu dibuang, tetapi juga sebagai potensi sumber daya yang memiliki manfaat," katanya.

Lebih lanjut, Fazlur menjelaskan bahwa aspek pembiayaan pengelolaan sampah di Indonesia terjebak dalam kepentingan politik jangka pendek.

"Sebagian besar kepala daerah tahu biaya riil pengelolaan sampah jauh lebih besar dari yang dibebankan ke masyarakat. Tapi menetapkan kenaikan tarif retribusi sampah bukan kebijakan yang menghasilkan dukungan politik," katanya.

Akibatnya, kata Fazlur sistem persampahan terus berjalan dengan tarif yang terlalu rendah untuk menghasilkan layanan yang layak. Yang kita butuhkan adalah generasi baru pemimpin yang berani memperlakukan pengelolaan sampah sebagai persoalan ekonomi-politik, bukan sekadar teknis.

Lebih lanjut, Nadia juga menyoroti keterkaitan erat antara pengelolaan sampah yang tidak tepat dan keamanan air yang kini menjadi fokus strategis The Habibie Center.

"Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan mayoritas sungai telah tercemar, sementara potensi kekeringan akibat El Niño diperkirakan akan memperparah situasi. Kita harus bersiap menghadapi dunia yang lebih kering. Karena itu, air yang tersisa harus tetap bersih dan dapat diakses oleh semua, terutama kelompok paling rentan," tutupnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.